Postingan

Menampilkan postingan dengan label Atabela

Tahajjud: Energi Sunyi yang Menguatkan Diri dan Masyarakat

Gambar
  Pernahkah kita merasa lelah—bukan hanya fisik, tapi juga lelah hati? Lelah menghadapi tuntutan hidup, berita buruk yang tak ada habisnya, pekerjaan yang menumpuk, dan hubungan sosial yang kadang menguras energi. Dalam situasi seperti ini, banyak orang mencari “bahan bakar” agar bisa tetap kuat, tetap baik, dan tetap memberi manfaat. Buku kecil  “Tahajjud: Fuel for the Self and Society”  menawarkan satu jawaban yang sederhana namun dalam:  tahajjud —shalat malam—sebagai  bahan bakar  yang menyalakan kembali jiwa, lalu memancar menjadi kebaikan sosial. Ketika Dunia Gelap, Ada Cahaya yang Menyala di Rumah-rumah Penulis menggambarkan pengalaman tinggal di Damaskus: menjelang malam, lampu-lampu rumah perlahan padam—orang tidur. Namun  sekitar satu jam sebelum Subuh , ada rumah-rumah yang kembali menyalakan lampu: mereka bangun untuk beribadah. Pemandangan ini membuat penulis merenung:  seandainya bumi dilihat dari langit, betapa indahnya rumah-rumah ...

Petani Kapuas Raih Adhikarya Pangan Nusantara

Gambar
Alat tanam benih langsung (atabela) karya Pak Ajum A jum, petani dari Desa Petak Batuah (UPT Dadahup A-2), Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas  mendapatkan penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara dari wakil presiden di istana wakil presiden. B eliau menciptakan alat tanam benih langsung untuk menghemat biaya tanam.  Pak Ajum (kiri) bersalaman dengan Wakil Presiden, Budiono Piagam Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara Penghargaan dari Gubernur Kalteng, A. Teras Narang

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas