Postingan

Menampilkan postingan dengan label Audit Maternal Perinatal

Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Audit Maternal Neonatal di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas

Gambar
Pada hari Jum'at, 31 Agustus 2018 bertempat di aula RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah, dilaksanakan kegiatan Audit Maternal Neonatal (AMN). Kegiatan ini diikuti oleh dokter puskesmas dan bidan koordinator puskesmas, para bidan di rumah sakit serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, Ibu Yeris. Puskesmas yang memberikan presentasi adalah Puskesmas Barimba, Puskesmas Basarang dan Puskesmas Sei Tatas.  Narasumber untuk pertemuan ini adalah dr. Daniel Liando, Sp.OG, M.Kes, dr. Putri Elvada, Sp.A dan dr Rudi Helmansyah, Sp.OG. Ketiganya berasal dari RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo.

Audit Maternal Perinatal (AMP) 2013

Pada hari Senin-Selasa, 21-22 Oktober 2013 bertempat di Hotel Al Madani dilaksanakan kegiatan Audit Maternal Perinatal Kabupaten Kapuas 2013. Kegiatan ini diikuti oleh para bidan koordinator puskesmas se-kabupaten dan petugas PONEK RS , kepala ruangan perinatologi dan spesialis anak. Dari pertemuan ini disepakati bahwa kalau ada kematian ibu dan bayi, maka puskesmas harus menyelenggarakan kegiatan AMP. RS diharapkan bisa melaksanakan AMP tiap 3 bulan dengan mengundang dinas kesehatan.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)