Postingan

Menampilkan postingan dengan label BCLS

Panduan Lengkap Operasi Katarak: Sebelum, Selama, dan Sesudahnya

Gambar
  Di masa kuno, orang Mesir kuno menggunakan teknik bedah yang dikenal sebagai "couching," di mana jarum tajam digunakan untuk menggeser lensa yang keruh keluar dari bidang pandang dan masuk ke dalam rongga vitreus di bagian belakang mata. Kemudian, orang Romawi menggunakan metode yang disebut "needling" untuk memotong katarak menjadi potongan-potongan kecil yang cukup kecil untuk diserap kembali. Meskipun kedua prosedur tersebut dapat meningkatkan penglihatan, mereka tidak dapat menyediakan penglihatan yang sepenuhnya jernih karena tidak menggantikan lensa. Terobosan tersebut tidak datang sampai tahun 1940-an, ketika ahli oftalmologi Inggris, Harold Ridley, menemukan lensa intraokular. Berbeda dengan operasi di zaman kuno, operasi katarak saat ini menggunakan sayatan kecil dan sedotan untuk mengeluarkan lensa yang keruh, dan kemudian menggantinya dengan lensa plastik buatan. Ekstraksi lensa dilakukan menggunakan salah satu dari dua prosedur: phacoemulsification ata

Foto-foto Simulasi Pelatihan BTLS dan BCLS di halaman kantor Bupati Kapuas

Gambar
Foto bareng peserta dan pelatih di aula kantor Bupati Kapuas Evakuasi pasien Evakuasi pasien Korban bencana Evakuasi pasien Evakuasi pasien Evakuasi pasien Evakuasi pasien Evakuasi pasien Foto-foto kiriman : Hari Satrisno, SKM

PPNI Selenggarakan BTLS dan BCLS

Gambar
Pelaksanaan ujian tulis (post test) Basic Trauma Life Support Mulai tanggal 18-22 Juli 2016, bertempat di Hotel Raudah, Kuala Kapuas, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Cabang Kabupaten Kapuas menyelenggarakan kegiatan pelatihan Basic Trauma Life Support (BTLS) dan Basic Cardio Life Support (BCLS). Suasana ujian praktek BTLS Kegiatan ini diikuti oleh 62 orang tenaga kesehatan yang berasal dari RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo (16 orang), Puskesmas di wilayah Kabupaten Kapuas (35 orang), Puskesmas wilayah Kabupaten Pulang Pisau (8 orang) dan peserta mandiri sebanyak 3 orang. Suasana ujian praktek BTLS Pembukaan kegiatan dilaksanakan di aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kapuas. Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Bapak Rianova, SH. Focus Group Discussion BTLS Pelatihan ini dilaksanakan bekerjasama dengan Pro Emergency Bogor, Jawa Barat. Pada tahun lalu Pro Emergency juga men

"Kehebohan" di Hotel Permata Inn

Gambar
Simulasi situasi gawat darurat oleh fasilitator Pro Emergency Tak lama sesudah pembukaan kegiatan Pelatihan BTLS dan BCLS pada hari Senin, 25 Mei 2015 di Hotel Permata Inn, selesai dilakukan. Tiba-tiba pintu aula didorong oleh orang yang berteriak minta tolong. Mereka membawa orang yang berlumuran "darah". Orang tersebut langsung diletakkan diatas meja yang dijadikan tempat pembukaan. Terjadi kehebohan di ruangan aula, banyak petugas yang diminta untuk menolong orang yang berlumuran "darah" tersebut. Rupanya ini adalah "fragmen" yang dipersiapkan oleh tim fasilitator untuk mengawali pelatihan ini. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Bidang Keperawatan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas bekerja sama dengan Pro Emergency . Kegiatan ini diikuti oleh 43 orang peserta dimana 40 orang peserta dibiayai oleh rumah sakit dan 3 orarng peserta menggunakan biaya pribadi. 

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan