Ketika Seorang Perempuan Yahudi Berdiri Membela Palestina

Gambar
Di tengah perdebatan yang semakin panas mengenai Palestina, ada satu kesaksian yang menarik perhatian dunia. Bukan karena disampaikan dengan suara lantang atau penuh kemarahan, melainkan karena ketenangan, kejernihan berpikir, dan keberanian moral yang ditunjukkan oleh seorang perempuan muda Yahudi bernama Yasmine Johnson . Saya menyaksikan kesaksiannya dalam sidang Royal Commission into Anti-Semitism and Social Cohesion di Australia. Selama hampir satu jam, ia menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang tajam mengenai pandangannya tentang Palestina, Zionisme, kebebasan berpendapat, hingga tuduhan antisemitisme. Namun yang membuat saya benar-benar kagum bukanlah semata-mata isi argumennya, melainkan cara ia menyampaikannya. Tidak terlihat emosi yang meledak-ledak. Tidak ada nada marah. Tidak pula usaha menyerang lawan bicara secara pribadi. Sebaliknya, ia menjawab hampir setiap pertanyaan dengan tenang, sistematis, dan konsisten. Seorang Yahudi yang Memisahkan Agama dan Negara Yasmine Johns...

"Kehebohan" di Hotel Permata Inn

Simulasi situasi gawat darurat oleh fasilitator Pro Emergency
Tak lama sesudah pembukaan kegiatan Pelatihan BTLS dan BCLS pada hari Senin, 25 Mei 2015 di Hotel Permata Inn, selesai dilakukan. Tiba-tiba pintu aula didorong oleh orang yang berteriak minta tolong. Mereka membawa orang yang berlumuran "darah". Orang tersebut langsung diletakkan diatas meja yang dijadikan tempat pembukaan. Terjadi kehebohan di ruangan aula, banyak petugas yang diminta untuk menolong orang yang berlumuran "darah" tersebut.

Rupanya ini adalah "fragmen" yang dipersiapkan oleh tim fasilitator untuk mengawali pelatihan ini. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Bidang Keperawatan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas bekerja sama dengan Pro Emergency.

Kegiatan ini diikuti oleh 43 orang peserta dimana 40 orang peserta dibiayai oleh rumah sakit dan 3 orarng peserta menggunakan biaya pribadi. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini