Postingan

Menampilkan postingan dengan label BJ Fogg

DWP Fakultas Teknik UGM Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Karhutla di Kapuas

Gambar
  Kapuas, Kalimantan Tengah — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas diwujudkan melalui bantuan air bersih dan air minum dari Dharma Wanita Persatuan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DWP FT UGM) . Bantuan tersebut disalurkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kapuas , bersama Lazismu Kapuas dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah . Sebanyak 15.000 liter air bersih dan 1.000 galon air minum telah didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah titik, di antaranya Masjid Jami Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Masjid Ar-Rahman Jalan Barito, kawasan Jalan Kapuas Pasar Sabtu, serta Desa Pulau Telo Baru . PDM Kabupaten Kapuas melalui MDMC menyampaikan apresiasi kepada DWP Fakultas Teknik UGM atas dukungan yang diberikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih dan air minum di ten...

Ingin Hubungan Lebih Bermakna? Coba Lokakarya Praktis dari Pakar Stanford Ini

Gambar
Apakah Anda pernah merasa hubungan dengan orang-orang di sekitar Anda terasa kurang dalam? Atau mungkin Anda rindu untuk kembali terhubung dengan teman-teman lama yang entah bagaimana perlahan menghilang dari radar? Di zaman yang serba digital ini, banyak dari kita merasakan tantangan yang sama dalam menjaga koneksi sosial yang otentik. Baru-baru ini, Stanford Lifestyle Medicine mengadakan sebuah lokakarya daring yang sangat relevan, dibawakan oleh dua pakar di bidang ilmu perilaku dan kesehatan sosial, Steven Crane, MS, dan BJ Fogg, PhD. Mereka tidak hanya membahas mengapa kita merasa semakin terisolasi, tetapi juga memberikan serangkaian kiat dan aktivitas praktis yang bisa langsung kita coba untuk memperkuat hubungan. Artikel ini merangkum wawasan dan metode-metode berharga dari lokakarya tersebut, disajikan dalam bahasa yang mudah dimengerti agar kita semua bisa mulai membangun kembali hubungan yang lebih sehat dan bermakna. Mengapa Koneksi Sosial Kita Melemah? Awal Mula dari Sebua...

Cara Terbukti Membuat Kebiasaan Baru Menempel (Tanpa Harus “Niat Baja”)

Gambar
  Pernah merasa semangat di awal—misalnya mau olahraga, makan lebih sehat, atau belajar rutin—tapi seminggu kemudian kembali ke pola lama? Itu wajar. Banyak orang mengira kunci kebiasaan adalah motivasi besar dan kedisiplinan keras . Padahal, menurut ilmuwan perilaku dari Stanford University, BJ Fogg , kebiasaan justru lebih mudah terbentuk jika kita memulainya dari hal yang sangat kecil , lalu “ditanam” di rutinitas harian. Gagasan ini dibahas dalam episode Life Kit dari NPR berjudul A proven method to make a habit stick (13 Januari 2026). Intinya: kalau ingin kebiasaan baru bertahan, jangan mulai dari target besar. Mulailah dari versi yang paling mudah—bahkan terlihat “sepele”. Apa Itu Kebiasaan? BJ Fogg mendefinisikan kebiasaan sebagai sesuatu yang kita lakukan otomatis , tanpa banyak berpikir atau menimbang-nimbang. Jadi, yang menentukan kebiasaan bukan seberapa sering (harian/mingguan/tahunan), tetapi seberapa “otomatis” kita melakukannya. Contohnya: Menggosok gig...

Belajar dari BJ Fogg: Seni Mengenal Peserta Sebelum Mengajar

Gambar
Gambar ilustratif seorang pemimpin (pria) yang sedang menyapa hangat anggota timnya satu per satu di sebuah ruangan rapat. Terlihat ekspresi ramah, penuh perhatian, dan suasana saling menghargai. Beberapa waktu lalu, saya menerima sebuah email dari Dr. BJ Fogg, seorang pakar perilaku yang dikenal luas dan mengajar di Stanford University. Dalam email tersebut, ia berbagi praktik sederhana namun sangat berdampak: mengenal setiap peserta sebelum proses belajar dimulai. Ia memulai dengan kisah tahun 1981, saat ia masih mengawali karier mengajarnya. Ketika itu, sesi perkenalan masih bersifat umum dan standar — nama dan sedikit fakta unik. Namun seiring waktu, ia merasa pendekatan tersebut kurang bermakna. Ia pun mengubah pendekatannya secara drastis. Kini, bahkan sebelum kelas dimulai, ia telah mempelajari latar belakang para peserta melalui formulir, profil LinkedIn, atau situs pribadi mereka. Tak berhenti di situ, ia juga mengatur sesi Zoom 15 menit atau pertemuan kelompok sehari sebelum...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)