Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bandara Syamsudin Noor

The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Menelusuri jalan baru ke Bandara Internasional Syamsudin Noor

Gambar
Pada hari Sabtu, 23 November 2019, saya mencoba jalan baru menuju ke Bandara Internasional Syamsudin Noor dari Jalan Gubernur Syarkawi. Pada awal minggu ini saya baca di Banjarmasin Post bahwa jalan tersebut masih belum sepenuhnya diaspal, rupanya memang benar. Ada beberapa ruas jalan yang belum diaspal.  Yang paling menarik adalah ketika saya sampai di dekat bandara, ternyata saya tidak diizinkan masuk, karena bandaranya belum beroperasi. Padahal pada koran yang saya baca tersebut diberitakan bahwa diusahakan pada hari Jum'at, 22 November 2019 yang lalu, bandara akan dibuka. Rupanya target tersebut belum tercapai.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas