Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Menelusuri jalan baru ke Bandara Internasional Syamsudin Noor




Pada hari Sabtu, 23 November 2019, saya mencoba jalan baru menuju ke Bandara Internasional Syamsudin Noor dari Jalan Gubernur Syarkawi. Pada awal minggu ini saya baca di Banjarmasin Post bahwa jalan tersebut masih belum sepenuhnya diaspal, rupanya memang benar. Ada beberapa ruas jalan yang belum diaspal. 

Yang paling menarik adalah ketika saya sampai di dekat bandara, ternyata saya tidak diizinkan masuk, karena bandaranya belum beroperasi. Padahal pada koran yang saya baca tersebut diberitakan bahwa diusahakan pada hari Jum'at, 22 November 2019 yang lalu, bandara akan dibuka. Rupanya target tersebut belum tercapai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"