Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bappeda

Psikologi Kekayaan: Bagaimana Islam Mengajarkan Kita Mengelola Uang

Gambar
  Apakah banyaknya harta otomatis membuat kita bahagia dan mulia di sisi Allah? Atau justru bisa menjadi ujian yang menjerumuskan? Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad ﷺ mengingatkan bahwa setiap umat memiliki ujian, dan ujian bagi umat beliau adalah kekayaan . Pesan ini terasa sangat dekat dengan kondisi kita hari ini: hidup di tengah arus kapitalisme, iklan yang tak putus, dan budaya “harus punya lebih”. Tulisan ini merangkum gagasan penting dari karya Dr. Osman Umarji “Psychology of Wealth: An Islamic Perspective on Personal Finance” tentang bagaimana Islam membentuk cara pandang seorang Muslim terhadap harta dan keuangan pribadi. 1. Cara Pandang Ekonomi Modern vs Cara Pandang Islam Ekonomi modern (khususnya aliran neoklasik) memandang manusia sebagai makhluk yang selalu mengejar kepuasan maksimal . Tolok ukurnya sederhana: semakin banyak, semakin enak, semakin nyaman, semakin baik. Beberapa ciri cara pandang ini: Tujuan utama: mengejar kesenangan duniawi (pleasure). M...

Forum Diskusi Aktual - Isu Strategis dan Aktual

Gambar
Pada hari Selasa, 7 November 2017 bertempat di aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Kapuas dilaksanakan kegiatan Forum Diskusi Aktual Isu Strategis dan Aktual Sebagai Bahan Penyusunan Dokumen Perencanaan Strategis Kabupaten Kapuas. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh SOPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas, tokoh masyarakat dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kapuas. Setelah paparan dari BPS, presentasi disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas tentang isu strategis dari dinas pendidikan. Setelah mendengarkan paparan dari BPS dan Dinas Pendidikan, narasumber dari FISIP Unlam, Drs. Nurul Azkar, M.Si menyarankan agar isu strategisnya adalah rendahnya tingkat pendidikan di Kabupaten Kapuas. Hal itu dapat disebabkan oleh terbatasnya infrastruktur, rendahnya kualitas sumber daya manusia dan lain-lain. Pertemuan ini akan dijadwalkan ulang mengingat mati lampu di aula Bappeda ini diperkirakan akan lama.

Sosialisasi Hasil Basis Data Terpadu (BDT) 2015

Gambar
Pak Eri (ketua BPS) dan Pak Masrani (Asisten II) Pada hari Jum'at, 26 Mei 2017 bertempat di aula Bappeda Kabupaten Kapuas dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Hasil Basis Data Terpadu 2015. Dalam pengantarnya Bapak H. Masrani, asisten II,  menyampaikan bahwa pendataan keluarga miskin menggunakan data dari BPS. Kepala BPS Cabang Kapuas, Bapak Eri, menyampaikan presentasi tentang Potret Rumah Tangga Hasil Basis Data Terpadu (BDT) 2015. Data ini sudah dimiliki BPS sejak Mei 2016. Data BDT dapat digunakan untuk berbagai program pemerintah. Pendataannya melibatkan camat, kades/lurah serta RW/RT. 40% terbawah dari BDT dikategorikan sebagai miskin, jumlahnya di Kabupaten Kapuas adalah 30.597 keluarga. Kemiskinan ini dikategorikan berdasarkan kondisi perumahan, sumber air minum, usaha mikro kecil, tenaga kerja (pemulung, pekerja bangunan, nelayan, petani tanaman pangan), pendidikan, kesehatan, kependudukan. Data BDT tidak bisa diberikan oleh BPS berupa nama dan alamat. B...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas