Sinergi Muhammadiyah Kapuas: 73 Warga Terbantu dalam Bakti Kesehatan Jilid 2

Gambar
  Kuala KAPUAS  – Semangat kemanusiaan dan gotong royong mewarnai pelaksanaan Pengobatan Masal dan Sunatan Masal Jilid 2 yang digelar di Kabupaten Kapuas pada Senin (12/1/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi solid antara Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU), Kesejahteraan Sosial, Lazismu, MDMC, serta seluruh Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah. Luar biasanya, seluruh pendanaan acara ini bersumber dari donasi warga dan para simpatisan, yang menunjukkan kemandirian serta kepedulian sosial yang kuat di tengah masyarakat. ​Suasana di lokasi kegiatan tampak sangat hidup dengan antusiasme warga yang hadir sejak pagi hari. Berdasarkan data panitia, sebanyak 58 peserta berhasil mendapatkan layanan pengobatan gratis dan 15 anak mengikuti prosesi sunatan masal. Kehadiran mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin turut memberikan warna tersendiri; para mahasiswa ini terjun langsung membantu pelayanan medis serta memb...

Sosialisasi Hasil Basis Data Terpadu (BDT) 2015

Pak Eri (ketua BPS) dan Pak Masrani (Asisten II)
Pada hari Jum'at, 26 Mei 2017 bertempat di aula Bappeda Kabupaten Kapuas dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Hasil Basis Data Terpadu 2015. Dalam pengantarnya Bapak H. Masrani, asisten II,  menyampaikan bahwa pendataan keluarga miskin menggunakan data dari BPS.

Kepala BPS Cabang Kapuas, Bapak Eri, menyampaikan presentasi tentang Potret Rumah Tangga Hasil Basis Data Terpadu (BDT) 2015. Data ini sudah dimiliki BPS sejak Mei 2016.

Data BDT dapat digunakan untuk berbagai program pemerintah. Pendataannya melibatkan camat, kades/lurah serta RW/RT.

40% terbawah dari BDT dikategorikan sebagai miskin, jumlahnya di Kabupaten Kapuas adalah 30.597 keluarga. Kemiskinan ini dikategorikan berdasarkan kondisi perumahan, sumber air minum, usaha mikro kecil, tenaga kerja (pemulung, pekerja bangunan, nelayan, petani tanaman pangan), pendidikan, kesehatan, kependudukan.

Data BDT tidak bisa diberikan oleh BPS berupa nama dan alamat. Bila Pemda ingin mendapatkan data by name by adress harus menghubungi TNP2K (dataterpadu@tnp2k.go.id).

Kepala Dinas Sosial, Bapak Riva'i mengusulkan adanya pembaruan data, mengingat data yang ada saat ini tidak sesuai dengan realitas yang ada. Camat Basarang, Bapak Aswan juga mengakui bahwa proses pendataan BPS sudah benar, namun pembaruan data masih diperlukan. Kepala Dinas Pendidikan dan Catatan Sipil, Ibu Ruseni menyampaikan bahwa data yang ada di BDT perlu diperbaharui karena banyak yang tidak sesuai dengan data di Dukcapil. 

Pihak BPJS Kesehatan juga meminta agar data peserta BPI yang ditanggung oleh pemerintah pusat dapat diperbaharui mengingat data yang digunakan adalah data tahun 2011. Kabid Yanmed RSUD, Bapak Jum'atil Fajar mengingatkan pemerintah daerah tentang adanya masyarakat miskin yang tidak ditanggung oleh pemerintah pusat pelayanan kesehatannya. Pemkab harus menyediakan anggaran yang cukup untuk pelayanan mereka di rumah sakit. Dinas Kesehatan Kapuas melalui Bapak Suparman menyampaikan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas sudah memiliki data keluarga miskin untuk pelayanan kesehatan dengan menggunakan tenaga bidan sebagai pencacahnya.

Pihak Bappeda Kapuas menyampaikan bahwa SK Bupati tentang Tim Penanggulangan Kemiskinan sudah ada, namun untuk rapat pertamanya masih menunggu pimpinan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas