Postingan

Menampilkan postingan dengan label Batalyon

The Salahuddin Generation (Ep. 9) — One Sultan vs. All of Europe - Saat Kemenangan Justru Mengundang Perang Baru

Gambar
  Kita sering mengira kemenangan adalah garis finish. Padahal dalam banyak perjuangan—dakwah, kepemimpinan, bahkan perubahan diri—kemenangan justru mengundang babak berikutnya: serangan balik . Episode ini menunjukkan satu prinsip besar yang jarang disadari: “Victory does not end wars. It invites them.” Kemenangan tidak otomatis mengakhiri perang—ia sering memanggil perang yang lebih besar . Setelah Yerusalem dibebaskan, umat bergembira. Namun Salahuddin membaca kenyataan yang pahit: musuh belum habis—yang baru mulai adalah perang sesungguhnya. 1) Prinsip Serangan Balik: Setelah Menang, Musuh Tidak Diam Salahuddin memahami, tentara Salib di Syam bukan berdiri sendiri. Mereka punya “suplai superpower”: Eropa —yang bisa mengirim pasukan, senjata, logistik, mesin pengepungan, dan kapal-kapal perang kapan saja. Maka kemenangan besar atas pasukan Salib lokal bukan akhir cerita. Itu adalah pemicu : Eropa akan tersentak, harga diri mereka terpukul, dan mereka akan mengir...

Baitul Muttaqin - Masjid Baru di Batalyon Kapuas

Gambar
Masjid Baitul Muttaqin di Jalan Kalimantan Komplek Batalyon Kapuas sekarang memiliki dua buah masjid. Masjid pertama terletak di komplek batalyon di Jalan Ahmad Yani, Kuala Kapuas yang bernama Masjid Nurul Huda. Masjid kedua berada di komplek batalyon yang berada di Jalan Kalimantan yang bernama Masjid Baitul Muttaqin. Masjid ini akan melayani jama'ah dari wilayah Jalan Kapten Pierre Tendean dan Jalan Ahmad Yani ujung Barat, Jalan Kalimantan dan Jalan Rajawali. Masjid ini direncanakan mulai melaksanakan Shalat Jum'at pada tanggal 26 Desember 2014. Pada hari Kamis, 18 Desember 2014 malam sudah dilakukan pembentukan kepengurusan masjid ini.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas