The Salahuddin Generation (Ep. 5): 3.000 Penunggang ke Mesir—Misi Mustahil yang Membuka Panggung Salahuddin (

Gambar
  Episode 5 membawa kita ke bab paling menegangkan: perebutan Mesir —negeri besar yang kaya sumber daya, tetapi saat itu rapuh dari dalam. Nur ad-Din Zengi sudah berhasil menyatukan Syam (Mosul–Aleppo–Damaskus). Kini pertanyaannya berubah: apakah Mesir akan jatuh ke tangan pasukan salib, atau menjadi pilar kebangkitan umat? Jawabannya dimulai dari sebuah keputusan “nekat tapi terukur”: 3.000 penunggang kuda menyeberangi Sinai dalam kampanye kilat. 1) Mesir yang Rapuh: 14 Wazir dalam Setahun, Negara Hampir Runtuh Narasi dibuka dengan situasi Mesir di bawah Dinasti Ismailiyah: konflik internal tak berkesudahan. Dalam satu tahun, disebutkan terjadi pergantian wazir berkali-kali (bahkan sampai belasan). Negara besar ini tampak kaya , tetapi keropos dari pusat kekuasaan . Di titik rapuh seperti itu, pasukan salib melihat “buah yang menggantung rendah”: mudah dipetik bila tidak ada yang mengamankan. 2) Tawaran Shawar: “Bantu Saya Kembali Berkuasa, Mesir Jadi Sekutu” Seorang toko...

Baitul Muttaqin - Masjid Baru di Batalyon Kapuas

Masjid Baitul Muttaqin di Jalan Kalimantan
Komplek Batalyon Kapuas sekarang memiliki dua buah masjid. Masjid pertama terletak di komplek batalyon di Jalan Ahmad Yani, Kuala Kapuas yang bernama Masjid Nurul Huda. Masjid kedua berada di komplek batalyon yang berada di Jalan Kalimantan yang bernama Masjid Baitul Muttaqin. Masjid ini akan melayani jama'ah dari wilayah Jalan Kapten Pierre Tendean dan Jalan Ahmad Yani ujung Barat, Jalan Kalimantan dan Jalan Rajawali. Masjid ini direncanakan mulai melaksanakan Shalat Jum'at pada tanggal 26 Desember 2014. Pada hari Kamis, 18 Desember 2014 malam sudah dilakukan pembentukan kepengurusan masjid ini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas