Postingan

Menampilkan postingan dengan label Masjid

Menyendiri di Akhir Hidup: Pelajaran dari Jepang dan Implikasinya untuk Kapuas

Gambar
  Pendahuluan: Saat membaca salah satu subyek email dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health – Global Health Now yang berjudul “Dying Alone in Japan”, saya langsung membuka email tersebut dan mencari tautan untuk membaca artikelnya. Rupanya artikel ini dari The Guardian ( Life at the heart of Japan’s lonely deaths epidemic: ‘I would be lying if I said I wasn’t worried’ | Japan | The Guardian ). Sedih juga membacanya, bagaimana begitu banyak orang tua di Jepang yang meninggal dalam keadaan tidak ditemani oleh siapa pun. Bahkan ada yang tetangganya baru mengetahui yang bersangkutan meninggal setelah lima bulan. Hal ini mengingatkan penulis saat tinggal di barak di Kelvin Grove Road, Brisbane, Australia. Di samping barak yang penulis tempati, ada seorang nenek. Setiap hari nenek tersebut dikunjungi oleh seorang kakek yang sering mengetuk pintu kamarnya, kemudian menanyakan bagaimana kabarnya. Setelah penulis baca-baca tentang kehidupan di Australia, ternyata kakek tersebut mel

Lelang keramik Masjid Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas

Gambar
Masjid Halimah Abdu Musa Al Badri (Ummu Khalid) yang terletak di Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas, Jl. Pemuda Km. 20, Desa Anjir Palambang, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah masih memerlukan keramik sebanyak 65 dus dengan harga per dus Rp 60.000. Bila para donatur berkenan dapat menyumbang melalui Nomor Rekening Bank Syariah Mandiri Nomor 788 8500884 a.n. Masjid Al Amin. Donasi juga bisa berupa barang langsung. Konfirmasi dapat disampaikan melalui: Yayasan Islam Al-Amin Kapuas : 0813-4899-9756 Pak Giyar : 0821 5565 9494

Nyasar ke Musholla Al Musyawwaroh

Gambar
Pada hari Selasa, 26 Februari 2019, admin berjalan keluar dari Royal Padjadjaran Hotel mau menuju ke Masjid Darussalam menurut petunjuk dari Google Maps. Ketika admin mendekati lokasi masjid di peta, ada suara wirid yang terdengar cukup keras. Admin mengira suara tersebut berasal dari Masjid Darussalam. Admin menelusuri gang-gang yang ada di daerah tersebut untuk sampai ke sumber suara. Di perjalanan menuju sumber suara admin melewati sebuah langgar yang lampunya masih mati.  Mendekati sumber suara, admin cukup bingung, suara tersebut berasal dari ketinggian, tapi tidak ada jalan yang menuju ke sana. Admin lalu mencoba tangga yang tersedia. Ternyata sumber suara tersebut adalah dari Musholla Al Musyawwaroh, bukan Masjid Darussalam.  Setelah matahari terbit, admin kembali menelusuri jalan yang sudah dilewati tadi pagi, ternyata admin tidak bisa menempuh jalan yang sama dan keluar dari arah berbeda. Dan ternyata Masjid Darussalam tidak jauh dari pintu masuk gang yang a

Rumah sakit mengusulkan Mushola Asy-Syifa untuk menjadi masjid

Gambar
 Pada hari Senin, 16 April 2018, rombongan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas mendatangi RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah. Mereka datang dalam rangka menjawab permohonan dari rumah sakit untuk meningkatkan status Mushola Asy-Syifa menjadi masjid. Pihak kementerian agama menjelaskan bahwa selain syarat-syarat yang bersifat fisik, rumah sakit juga harus memastikan bahwa masjid tersebut selalu terisi, khususnya saat-saat liburan dimana karyawannya libur. Dalam sambutannya, Plt. Direktur RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, dr. Agus Waluyo, MM menjelaskan bahwa masjid ini sangat diperlukan untuk keluarga pasien yang sedang menunggu pasien, serta pasien-pasien yang sedang menunggu pelayanan di rumah sakit (misalnya antri di apotek) sehingga mereka tidak perlu jauh-jauh ke Masjid Agung Al-Mukarram. Setelah menghadap direktur, rombongan langsung melakukan peninjauan ke Mushola Asy-Syifa, melakukan pengukuran serta menentukan ar

Masjid Al-Wardah, dulu dan kini

Gambar
Masjid Al-Wardah Januari 2016 Masjid Al-Wardah 29 November 2017 Bila kita menuju ke Palingkau dari Kuala Kapuas, maka ketika melewati Desa Mawar Mekar, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas, Kalteng, maka kita akan kagum dengan adanya sebuah masjid yang cukup megah. Pada mulanya masjid ini sangat sederhana dan terbuat dari kayu. Sekarang masjid ini berdiri dengan megah. Masjid ini sudah mengantisipasi kenaikan badan jalan, sehingga lantai masjinya pun dibuat lebih tinggi dari jalan raya.  Mengingat WC dan tempat wudhu'nya masih sangat sederhana, mudah-mudahan dalam waktu dekat, kedua termpat tersebut bisa diperbaiki.  Karpet bertuliskan Masjid Al Wardah - Desa Mawar Mekar Kuala Kapuas Bagian dalam masjidnya cukup menarik, ada karpet yang bertuliskan nama masjid dan desa dimana masjid tersebut berada. 

Langgar di tengah sawah

Gambar
Pada saat melewati Jalan Antasari, Selat Hulu, pada hari Ahad, 3 September 2017, admin melihat ada langgar yang berada di tengah sawah. Setelah mencari jalan menuju ke sana, rupanya langgar ini termasuk wilayah Handil Usang. Setelah melihat dari dekat, ternyata namanya Langgar Baiturrahman. Saat mampir ke masjid tersebut, ada beberapa petani yang sedang mengetam padinya menggunakan ani-ani.

Masjid Sirajul Huda - Dulu dan Kini

Gambar
Masjid Sirajul Huda (2011) Masjid Sirajul Huda terletak di Desa Maluen, Kecamatan Basarang. Saat mengunjungi Maluen pada tahun 2011 yang lalu, masjid ini masih berbahan kayu. Namun saat berkunjung pada tanggal 13 Agustus 2016 yang lalu, masjid ini sudah permanen.  Masjid Sirajul Huda (2016)

Masjid Nurul Hidayah, Pulau Telo - Dulu dan Kini

Gambar
Masjid Nurul Hidayah (April 2009) Bila kita mengunjungi masjid ini melalui Google Maps , maka kita akan melihat foto diatas sebagai foto pertama yang ada disana. Foto diatas diambil pada bulan April 2009. Dalam gambar tersebut tampak bahwa masjid masih berada diatas rawa-rawa dan masih terbuat dari kayu. Masjid Nurul Hidayah (Agustus 2016) Foto-foto berikutnya, seperti yang diatas ini diambil pada hari Sabtu, 13 Agustus 2016 dari Jembatan Pulau Telo. Tampak bahwa sekarang masjidnya sudah permanen. 

Masjid dijual Rp 1 juta per meter persegi

Gambar
Iklan untuk bersedekah bagi pembangunan masjid yang dilakukan oleh Panitia Pembangunan Masjid Ar-Raudlah Griya Bamaraya Permai, Palangka Raya, Kalimantan Tengah sudah menghasilkan dana lebih dari satu milyar. Dana ini berhasil membangun masjid yang cukup megah di tengah komplek perumahan ini. Dana tersebut dikumpulkan dari masyarakat sekitar dan donatur yang tidak mengikat. Iklan yang sudah dipasang sejak dua tahun yang lalu ini, cukup menarik perhatian bagi orang-orang yang melihatnya. Cara mengiklankan seperti ini ditiru oleh panitia dari keberhasilan masjid-masjid di pulau Jawa yang sudah berhasil dengan cara ini.

Masjid dan Panti Asuhan Baru di Kapuas Timur

Gambar
Masjid Mujahidin Sejak bulan Januari 2015 sudah dilakukan pembangunan Masjid dan Panti Asuhan Mujahidin yang terletak di Jalan Trans Kalimantan, Desa Anjir Serapat Barat Km. 9, Kecamatan Kapuas Timur. Alhamdulillah pada bulan September 2015 yang lalu, pembangunan ini dapat diselesaikan. Masjid yang semula agak mendekati jalan sekarang lebih masuk ke dalam sehingga memberi ruang yang cukup untuk parkir mobil dan motor. Panti Asuhan Mujahidin Muhammadiyah Kapuas Timur Sedangkan Panti Asuhan Mujahidin Muhammadiyah Kapuas Timur saat ini memiliki 10 orang penghuni. Panti Asuhan ini dikelola oleh Bapak Aryadi. Bila ada yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut tentang panti asuhan ini atau ingin memberi sumbangan dapat menghubungi beliau pada nomor HP 082453042269. Menurut keterangan jama'ah, masjid dan panti asuhan ini dibangun atas donasi dari satu orang saja.

Masjid Raya Darussalam - Foto

Gambar

Shalat Jum'at Perdana Di Masjid Baitul Muttaqin

Gambar
Masjid Baitul Muttaqin Pada hari Jum'at, 30 Januari 2015 dilaksanakan shalat perdana di Masjid Baitul Muttaqin, Jalan Kalimantan, Kelurahan Selat Hilir, Kecamatan Selat. Khatib pada Jum'at ini adalah Bapak Muhammad dari Sei Batang, Kelurahan Selat Barat. Imamnya adalah Bapak Ramli. Masjid ini merupakan pindahan dari Masjid Nurul Huda yang terletak di tengah Batalyon. Jama'ah masjid ini melimpah sehingga sampai mengisi selasar masjid.

Baitul Muttaqin - Masjid Baru di Batalyon Kapuas

Gambar
Masjid Baitul Muttaqin di Jalan Kalimantan Komplek Batalyon Kapuas sekarang memiliki dua buah masjid. Masjid pertama terletak di komplek batalyon di Jalan Ahmad Yani, Kuala Kapuas yang bernama Masjid Nurul Huda. Masjid kedua berada di komplek batalyon yang berada di Jalan Kalimantan yang bernama Masjid Baitul Muttaqin. Masjid ini akan melayani jama'ah dari wilayah Jalan Kapten Pierre Tendean dan Jalan Ahmad Yani ujung Barat, Jalan Kalimantan dan Jalan Rajawali. Masjid ini direncanakan mulai melaksanakan Shalat Jum'at pada tanggal 26 Desember 2014. Pada hari Kamis, 18 Desember 2014 malam sudah dilakukan pembentukan kepengurusan masjid ini.

Masjid di Pinggir Jalan

Gambar
Masjid Istiqamah di Basarang Km. 21 Bagian dalam Masjid Istiqamah di Basarang Km. 21 Bila dulu setiap kita menelusuri sungai di Kapuas dan sekitarnya maka kita akan menemukan masjid, langgar dan mushola di sepanjang sungai tersebut. Pada waktu itu transportasi utama masih melalui air. Dengan beralihnya transportasi ke darat maka keberadaan masjid, langgar dan mushola pun beralih ke pinggir jalan. Masing-masing desa di sepanjang jalan Trans Kalimantan berlomba untuk menyediakan masjid, langgar dan mushola. Bukan hanya itu, mereka juga berlomba untuk mempercantiknya. Semoga mereka juga sudah memakmurkannya.

Program Mukena Bersih

Gambar
Suasana pencanangan program Mukena Bersih Pada hari Kamis, 26 Juni 2014 bertempat di Masjid Al Mukarram, dilaksanakan kegiatan Mukena Bersih. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Kohati (HMI Cabang Kapuas). Kegiatan ini diikuti oleh gabungan pengajian Al-Mar'atus Shalihah.  Ibu Nor Afiati Muhajirin (Istri Wakil Bupati Kapuas) mengajak ibu-ibu untuk berpartisipasi dalam penyediaan mukena yang bersih di masjid-masjid. Beliau menyarankan agar ada ibu-ibu anggota yasinan yang menjadi relawan untuk mencuci mukena secara rutin di masjid-masjid. Beliau menyampaikan bahwa tadi pagi beliau bersama-sama dengan Kohati membersihkan mukena-mukena di masjid yang ada di Basarang dan Palingkau. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Ramadhan. Dalam kesempatan ini beliau membantu mukena baru untuk Masjid Agung Al Mukarram.

Masjid Al Hijrah - Masjid Yang Amanah

Gambar
Jaket yang tertinggal di masjid Pada tanggal 4 Mei 2014 yang lalu, penulis mengikuti kegiatan di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes), Jl. Yos Sudarso, Palangka Raya. Saat kegiatan selesai menjelang tengah malam, penulis baru ingat bahwa jaket tertinggal di Masjid Al-Hijrah yang terletak di belakang Bapelkes. Penulis langsung menuju ke masjid tersebut, ternyata masjidnya sudah terkunci. Saat penulis bertanya kepada orang-orang yang ada disekitar masjid tentang rumah kaumnya, mereka menunjuk sebuah rumah yang ada disamping masjid, tapi nampaknya penghuninya sudah tidur. Orang yang ada di samping masjid itu bertanya, ada apa? Penulis menjelaskan bahwa jaket penulis ketinggalan di masjid ini setelah shalat Maghrib tadi. Mereka lalu bilang bahwa kalau ada barang yang tertinggal di masjid ini akan aman. Pada tanggal 8 Juni 2014 penulis mengunjungi lagi masjid ini dan menghubungi kaum masjidnya. Penulis menyampaikan bahwa sebulan yang lalu ada jaket yang ketinggalan di masjid ini. K

Foto Kenangan Masjid Jami' At-Taqwa Selat Tengah

Gambar
Foto diatas menggambarkan Masjid Jam' At-Taqwa pada tahun 1955. Foto ini berada di dalam Masjid Jami' At-Taqwa. Repro foto dilakukan oleh Kumara.

Manajemen Masjid

Gambar
Guru H. Parhani sedang memberikan kuliah subuh Oleh: Guru H. Parhani (Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Kapuas) Masjid adalah tempat yang paling mulia di muka bumi. Banyak hadits-hadits yang menunjukkan kemuliaan masjid di dunia ini. Diantara kemuliaan masjid: Orang yang berniat i’tikaf akan bernilai ibadah di sisi Allah Orang yang mulai masuk ke dalam masjid, disuruh untuk melaksanakan shalat tahiyatul masjid dua raka’at sebagai penghormatan kepada masjid Orang yang sedang berhadats besar karena junub diharamkan memasuki masjid. Orang yang rajin ke masjid, ia adalah orang beriman kepada Allah dan Rasul Orang yang selalu mema’murkan masjid termasuk orang-orang yang dimuliakan Allah SWT. Ada 7 golongan orang yang mendapatkan naungan di padang mahsyar, salah satunya adalah orang yang hatinya terpaut dengan masjid. Dengan adanya masjid di tengah-tengah masjid, mari kita berusaha untuk mema’murkan masjid ini. Masjid bisa dijadikan tolok ukur dari keiman

AMEPA Muslim Mosque

Gambar
Mimbar masjid AMEPA Muslim Pada hari Jum'at, 16 Mei 2014, penulis pergi ke Mabini street menuju mesjid yang pernah ditunjukkan oleh teman dari Zamboanga, Mindanao. Ketika beberapa kali menengok tempat yang pernah ditunjukkan, penulis tidak menemukan tempat tersebut, jangan-jangan salah jalan. Akhirnya penulis bertanya kepada penjaga Money Changer yang ada di jalan tersebut. Dia menunjukkan bahwa di gedung BDO lantai tiga ada masjid. Penulis langsung ke sana. Shalat Jum'at di gedung ini menggunakan masjid dan ruang seminar yang ada di sampingnya. Masjid di sini hanyalah satu ruangan berukuran sekitar 7 x 7 meter. Khutbah Jum'at disampaikan dalam bahasa Tagalog. Jama'ah berasal dari berbagai macam bangsa, mulai orang lokal (Filipinos, Indonesia, India, Bangladesh sampai ke Timur Tengah).

Manila Golden Mosque

Gambar
Manila Golden Mosque Masjid ini terletak di Muslim Town, Barangay 384, Zone 39, District III, Manila. Lokasinya di Quiapo. Jadi kalau naik Jeepny, cari yang ada jurusan Quiapo. Masjid ini dikelilingi oleh perumahan orang-orang Muslim yang agak kumuh. Menurut keterangan dari salah seorang kaum di masjid ini yaitu Bapak Abdurrahman, masjid ini merupakan masjid terbesar di Manila.  Sebagai penjaga dan imam masjid, Bapak Abdurrahman sudah bekerja secara sukarela selama 16 tahun. Beliau menyelesaikan pendidikan di Madinah University, Saudi Arabia. Beliau mengajarkan Qur'an kepada orang tua dan anak-anak di sekitar masjid. Beliau juga mengajar di madrasah yang berada di belakang masjid. Beliau menghidupi keluarga dengan sumbangan yang diberikan oleh warga Muslim yang mengunjungi masjid tersebut.

Anak-anak Muslim Filipina di Manila

Gambar
Anak-anak Muslim Filipina Saat jam istirahat Pelatihan Magpi di markas Palang Merah Filipina, penulis menyempatkan diri untuk shalat di Masjid Al-Nur yang berada di daerah sekitar pelabuhan di Manila. Penulis sempat bingung mencari dimana lokasi masjid, rupanya sebuah bangunan berlantai dua yang belum selesai dan dikelilingi oleh pagar, sehingga tidak terlihat adanya pintu masuk. Saat akan wudhu', rupanya banyak anak-anak yang duduk-duduk di dekat tempat wudhu. Rupanya mereka adalah anak-anak Muslim yang berasal dari Mindanao. Belajar mengaji di masjid Sebagian besar dari mereka tinggal di kawasan yang bisa dikatakan kumuh. Mereka tidak bisa berbahasa Inggris, mereka menggunakan bahasa Tagalog. Sebagian dari anak-anak perempuan yang penulis temui di masjid dan sekitar masjid menggunakan jilbab. Sebagian dari mereka sedang belajar mengaji di masjid.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan