DWP Fakultas Teknik UGM Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Karhutla di Kapuas

Gambar
  Kapuas, Kalimantan Tengah — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas diwujudkan melalui bantuan air bersih dan air minum dari Dharma Wanita Persatuan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DWP FT UGM) . Bantuan tersebut disalurkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kapuas , bersama Lazismu Kapuas dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah . Sebanyak 15.000 liter air bersih dan 1.000 galon air minum telah didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah titik, di antaranya Masjid Jami Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Masjid Ar-Rahman Jalan Barito, kawasan Jalan Kapuas Pasar Sabtu, serta Desa Pulau Telo Baru . PDM Kabupaten Kapuas melalui MDMC menyampaikan apresiasi kepada DWP Fakultas Teknik UGM atas dukungan yang diberikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih dan air minum di ten...

Masjid Al Hijrah - Masjid Yang Amanah

Jaket yang tertinggal di masjid
Pada tanggal 4 Mei 2014 yang lalu, penulis mengikuti kegiatan di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes), Jl. Yos Sudarso, Palangka Raya. Saat kegiatan selesai menjelang tengah malam, penulis baru ingat bahwa jaket tertinggal di Masjid Al-Hijrah yang terletak di belakang Bapelkes. Penulis langsung menuju ke masjid tersebut, ternyata masjidnya sudah terkunci. Saat penulis bertanya kepada orang-orang yang ada disekitar masjid tentang rumah kaumnya, mereka menunjuk sebuah rumah yang ada disamping masjid, tapi nampaknya penghuninya sudah tidur.

Orang yang ada di samping masjid itu bertanya, ada apa? Penulis menjelaskan bahwa jaket penulis ketinggalan di masjid ini setelah shalat Maghrib tadi. Mereka lalu bilang bahwa kalau ada barang yang tertinggal di masjid ini akan aman.

Pada tanggal 8 Juni 2014 penulis mengunjungi lagi masjid ini dan menghubungi kaum masjidnya. Penulis menyampaikan bahwa sebulan yang lalu ada jaket yang ketinggalan di masjid ini. Kaum tersebut mengatakan bahwa jaket tersebut ada di dalam lemari yang ada di depan masjid. Saat penulis bertanya kepada jama'ah masjid dimana lokasi lemari tersebut, ternyata lemari tersebut ada di samping mimbar. Di bagian paling bawah ada jaket penulis dengan tulisan diatasnya "jaket jama'ah yang ketinggalan".

Sebulan lebih jaket ini berada di lemari kaca yang bisa dibuka secara bebas, tapi tidak ada yang mengambil jaket ini. Ini sebuah kemajuan yang sangat luar biasa dalam "image" orang Islam. Kita sekarang jarang sekali mendengar ada sendal yang hilang di masjid. Kita patut bangga bahwa sifat amanah kaum Muslim dalam aspek ini patut kita ajungi jempol.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)