Ingin Hubungan Lebih Bermakna? Coba Lokakarya Praktis dari Pakar Stanford Ini

Gambar
Apakah Anda pernah merasa hubungan dengan orang-orang di sekitar Anda terasa kurang dalam? Atau mungkin Anda rindu untuk kembali terhubung dengan teman-teman lama yang entah bagaimana perlahan menghilang dari radar? Di zaman yang serba digital ini, banyak dari kita merasakan tantangan yang sama dalam menjaga koneksi sosial yang otentik. Baru-baru ini, Stanford Lifestyle Medicine mengadakan sebuah lokakarya daring yang sangat relevan, dibawakan oleh dua pakar di bidang ilmu perilaku dan kesehatan sosial, Steven Crane, MS, dan BJ Fogg, PhD. Mereka tidak hanya membahas mengapa kita merasa semakin terisolasi, tetapi juga memberikan serangkaian kiat dan aktivitas praktis yang bisa langsung kita coba untuk memperkuat hubungan. Artikel ini merangkum wawasan dan metode-metode berharga dari lokakarya tersebut, disajikan dalam bahasa yang mudah dimengerti agar kita semua bisa mulai membangun kembali hubungan yang lebih sehat dan bermakna. Mengapa Koneksi Sosial Kita Melemah? Awal Mula dari Sebua...

Masjid Al Hijrah - Masjid Yang Amanah

Jaket yang tertinggal di masjid
Pada tanggal 4 Mei 2014 yang lalu, penulis mengikuti kegiatan di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes), Jl. Yos Sudarso, Palangka Raya. Saat kegiatan selesai menjelang tengah malam, penulis baru ingat bahwa jaket tertinggal di Masjid Al-Hijrah yang terletak di belakang Bapelkes. Penulis langsung menuju ke masjid tersebut, ternyata masjidnya sudah terkunci. Saat penulis bertanya kepada orang-orang yang ada disekitar masjid tentang rumah kaumnya, mereka menunjuk sebuah rumah yang ada disamping masjid, tapi nampaknya penghuninya sudah tidur.

Orang yang ada di samping masjid itu bertanya, ada apa? Penulis menjelaskan bahwa jaket penulis ketinggalan di masjid ini setelah shalat Maghrib tadi. Mereka lalu bilang bahwa kalau ada barang yang tertinggal di masjid ini akan aman.

Pada tanggal 8 Juni 2014 penulis mengunjungi lagi masjid ini dan menghubungi kaum masjidnya. Penulis menyampaikan bahwa sebulan yang lalu ada jaket yang ketinggalan di masjid ini. Kaum tersebut mengatakan bahwa jaket tersebut ada di dalam lemari yang ada di depan masjid. Saat penulis bertanya kepada jama'ah masjid dimana lokasi lemari tersebut, ternyata lemari tersebut ada di samping mimbar. Di bagian paling bawah ada jaket penulis dengan tulisan diatasnya "jaket jama'ah yang ketinggalan".

Sebulan lebih jaket ini berada di lemari kaca yang bisa dibuka secara bebas, tapi tidak ada yang mengambil jaket ini. Ini sebuah kemajuan yang sangat luar biasa dalam "image" orang Islam. Kita sekarang jarang sekali mendengar ada sendal yang hilang di masjid. Kita patut bangga bahwa sifat amanah kaum Muslim dalam aspek ini patut kita ajungi jempol.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas