Tahajjud: Energi Sunyi yang Menguatkan Diri dan Masyarakat

Gambar
  Pernahkah kita merasa lelah—bukan hanya fisik, tapi juga lelah hati? Lelah menghadapi tuntutan hidup, berita buruk yang tak ada habisnya, pekerjaan yang menumpuk, dan hubungan sosial yang kadang menguras energi. Dalam situasi seperti ini, banyak orang mencari “bahan bakar” agar bisa tetap kuat, tetap baik, dan tetap memberi manfaat. Buku kecil  “Tahajjud: Fuel for the Self and Society”  menawarkan satu jawaban yang sederhana namun dalam:  tahajjud —shalat malam—sebagai  bahan bakar  yang menyalakan kembali jiwa, lalu memancar menjadi kebaikan sosial. Ketika Dunia Gelap, Ada Cahaya yang Menyala di Rumah-rumah Penulis menggambarkan pengalaman tinggal di Damaskus: menjelang malam, lampu-lampu rumah perlahan padam—orang tidur. Namun  sekitar satu jam sebelum Subuh , ada rumah-rumah yang kembali menyalakan lampu: mereka bangun untuk beribadah. Pemandangan ini membuat penulis merenung:  seandainya bumi dilihat dari langit, betapa indahnya rumah-rumah ...

Masjid Al Hijrah - Masjid Yang Amanah

Jaket yang tertinggal di masjid
Pada tanggal 4 Mei 2014 yang lalu, penulis mengikuti kegiatan di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes), Jl. Yos Sudarso, Palangka Raya. Saat kegiatan selesai menjelang tengah malam, penulis baru ingat bahwa jaket tertinggal di Masjid Al-Hijrah yang terletak di belakang Bapelkes. Penulis langsung menuju ke masjid tersebut, ternyata masjidnya sudah terkunci. Saat penulis bertanya kepada orang-orang yang ada disekitar masjid tentang rumah kaumnya, mereka menunjuk sebuah rumah yang ada disamping masjid, tapi nampaknya penghuninya sudah tidur.

Orang yang ada di samping masjid itu bertanya, ada apa? Penulis menjelaskan bahwa jaket penulis ketinggalan di masjid ini setelah shalat Maghrib tadi. Mereka lalu bilang bahwa kalau ada barang yang tertinggal di masjid ini akan aman.

Pada tanggal 8 Juni 2014 penulis mengunjungi lagi masjid ini dan menghubungi kaum masjidnya. Penulis menyampaikan bahwa sebulan yang lalu ada jaket yang ketinggalan di masjid ini. Kaum tersebut mengatakan bahwa jaket tersebut ada di dalam lemari yang ada di depan masjid. Saat penulis bertanya kepada jama'ah masjid dimana lokasi lemari tersebut, ternyata lemari tersebut ada di samping mimbar. Di bagian paling bawah ada jaket penulis dengan tulisan diatasnya "jaket jama'ah yang ketinggalan".

Sebulan lebih jaket ini berada di lemari kaca yang bisa dibuka secara bebas, tapi tidak ada yang mengambil jaket ini. Ini sebuah kemajuan yang sangat luar biasa dalam "image" orang Islam. Kita sekarang jarang sekali mendengar ada sendal yang hilang di masjid. Kita patut bangga bahwa sifat amanah kaum Muslim dalam aspek ini patut kita ajungi jempol.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas