Tahajjud: Energi Sunyi yang Menguatkan Diri dan Masyarakat

Gambar
  Pernahkah kita merasa lelah—bukan hanya fisik, tapi juga lelah hati? Lelah menghadapi tuntutan hidup, berita buruk yang tak ada habisnya, pekerjaan yang menumpuk, dan hubungan sosial yang kadang menguras energi. Dalam situasi seperti ini, banyak orang mencari “bahan bakar” agar bisa tetap kuat, tetap baik, dan tetap memberi manfaat. Buku kecil  “Tahajjud: Fuel for the Self and Society”  menawarkan satu jawaban yang sederhana namun dalam:  tahajjud —shalat malam—sebagai  bahan bakar  yang menyalakan kembali jiwa, lalu memancar menjadi kebaikan sosial. Ketika Dunia Gelap, Ada Cahaya yang Menyala di Rumah-rumah Penulis menggambarkan pengalaman tinggal di Damaskus: menjelang malam, lampu-lampu rumah perlahan padam—orang tidur. Namun  sekitar satu jam sebelum Subuh , ada rumah-rumah yang kembali menyalakan lampu: mereka bangun untuk beribadah. Pemandangan ini membuat penulis merenung:  seandainya bumi dilihat dari langit, betapa indahnya rumah-rumah ...

AMEPA Muslim Mosque

Mimbar masjid AMEPA Muslim
Pada hari Jum'at, 16 Mei 2014, penulis pergi ke Mabini street menuju mesjid yang pernah ditunjukkan oleh teman dari Zamboanga, Mindanao. Ketika beberapa kali menengok tempat yang pernah ditunjukkan, penulis tidak menemukan tempat tersebut, jangan-jangan salah jalan. Akhirnya penulis bertanya kepada penjaga Money Changer yang ada di jalan tersebut. Dia menunjukkan bahwa di gedung BDO lantai tiga ada masjid. Penulis langsung ke sana.

Shalat Jum'at di gedung ini menggunakan masjid dan ruang seminar yang ada di sampingnya. Masjid di sini hanyalah satu ruangan berukuran sekitar 7 x 7 meter. Khutbah Jum'at disampaikan dalam bahasa Tagalog. Jama'ah berasal dari berbagai macam bangsa, mulai orang lokal (Filipinos, Indonesia, India, Bangladesh sampai ke Timur Tengah).


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas