Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bungkus Ketupat

Memahami Al-Qur’an lewat Nama-Nama Allah: Kunci Membaca dengan Hati yang Tenang

Gambar
  Sebagian dari kita pernah mengalami ini: membaca terjemahan Al-Qur’an, lalu merasa “kok ayat ini keras ya?” atau bingung ketika menemukan kisah kehancuran kaum terdahulu, peringatan neraka, atau larangan yang terasa berat. Akibatnya, ada yang jadi menjaga jarak dari Al-Qur’an—padahal kita yakin kitab ini adalah petunjuk dan rahmat. Sebuah tulisan dari Yaqeen Institute menjelaskan satu kunci penting agar pengalaman membaca Al-Qur’an menjadi lebih “nyambung”: kenali dulu siapa Allah yang “berbicara” dalam Al-Qur’an, terutama lewat nama-nama dan sifat-sifat-Nya . Saat “gambar Allah” di hati kita benar—bahwa Dia Mahapengasih, Mahaadil, Mahabijaksana, dan Maha menjaga—cara kita memahami ayat-ayat Al-Qur’an pun berubah.  Mengapa cara pandang kita menentukan “rasa” saat membaca? Penulis memberi analogi sederhana: bayangkan Anda tersesat dan menerima surat petunjuk. Jika Anda percaya pengirim surat itu sangat peduli, sangat cerdas, dan memahami keadaan Anda, Anda akan membaca surat ...

Membuat bungkus ketupat di atas feri

Gambar
k Para ibu-ibu penjual bungkus ketupat yang tinggal di Sari Pulau, Kecamatan Bataguh, setiap pagi selesai shalat Subuh membawa dagangan mereka ke pasar di Kuala Kapuas. Sambil menunggu feri tersebut sampai di seberang, para ibu-ibu ini membuat bungkus ketupat dari daun kelapa. Karena mereka sudah sangat terampil dalam membuatnya, satu bungkus ketupat ini dapat dibuat dalam waktu sekitar satu menit saja. Selama dalam feri penyeberangan ini mereka sudah berhasil menyelesaikan cukup banyak bungkus ketupat yang akan mereka jual.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas