Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cokelat

Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Bisnis Cokelat PMI

Gambar
Cokelat dengan bungkus PMI Sejak bulan Februari 2014, PMI Kabupaten Kapuas bekerja sama dengan Cokelat Monggo yang berpusat di Yogyakarta. Karena coklat ini adalah black chocolate , harganya cukup mahal. Harga coklatnya saja sudah Rp 2.000, ditambah pengemasan dan pengirimannya, total modalnya menjadi Rp 3.250. Harga ini tentu saja dirasa cukup mahal oleh sebagian masyarakat yang ingin menyumbang untuk PMI dengan membeli cokelat tersebut. Sebagian toko ada yang menjual cokelat ini dengan harga Rp 3.500, ada juga yang menjualnya dengan harga Rp 5.000. Hampir setahun berjalan, masih ada cokelat yang masih belum terjual.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)