Postingan

Menampilkan postingan dengan label Filariasis

Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Advokasi Sosialisasi dan Mobilisasi POPM Filariasis Puskesmas Sei Hanyo - Sei Pinang

Gambar
Pak Raison (berdiri) menyampaikan materi Pada hari Selasa, 24 Mei 2016 bertempat di Mess Pemerintah Kabupaten Kapuas di Sei Hanyo dilaksanakan kegiatan Advokasi Sosialisasi dan Mobilisasi Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis Puskesmas Sei Hanyo dan Puskesmas Sei Pinang. Kegiatan ini diikuti oleh petugas dari kecamatan, puskesmas, tokoh masyarakat dan tokoh agama dari Kecamatan Kapuas Hulu dan Mandau Talawang. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Raison, SKM, MM, dr. Tri Setyautami, MPHM dan Anih Sriyana, SKM, MM dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas.  Dalam perjalanan pulang, rombongan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas mampir ke rumah penderita filariasis kronis. Penderita kaki gajah di Kecamatan Kapuas Hulu

Transmission Assessment Survey (TAS) II - Filariasis

Gambar
Ibu Wita (paling kanan) dari RTI International Sejak tahun 2008-2012 Kabupaten Kapuas melakukan kegiatan pengobatan massal untuk pencegahan filariasis. Penyakit ini endemis di Kabupaten Kapuas. Untuk mengevaluasi pengobatan massal tersebut kementerian kesehatan dibantu oleh  RTI International  dan didampingi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) melakukan kegiatan Transmission Assessment Survey (TAS) II. Pengambilan darah tepi untuk pemeriksaan antibodi Kegiatan survei ini dilakukan di 51 sekolah-sekolah dasar terpilih di Kabupaten Kapuas. Siswa yang menjalani pemeriksaan antibodi terhadap mikrofilaria dalam darahnya adalah siswa kelas 1 dan kelas 2. 

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)