Postingan

Menampilkan postingan dengan label Gado-gado

Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Warung Gado-gado di Pierre Tendean

Gambar
Mama Rita sedang menyiapkan gado-gado Warung ini terletak di Jalan Kapten Pierre Tendean No. 41, tepatnya di Muara Gg. VA, Kelurahan Selat Hilir, Kecamatan Selat. Warung ini dikelola oleh Mama Rita. Selain menjual gado-gado, warung ini juga menyediakan nasi kuning setiap paginya. Beliau menyiapkan masakan mulai jam 02.30 WIB. Warung ini buka dari setelah shalat Subuh sampai pukul 16.00 WIB. Bagi yang suka dengan gado-gado, anda bisa menikmatinya dengan harga Rp 5.000 per porsi. Selain bisa dimakan di tempat, gado-gado ini juga bisa dibungkus untuk dimakan di rumah.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)