Postingan

Menampilkan postingan dengan label Guru Sekumpul

Usaha Mencari Peta Virtual Background: Saat GIS Kalteng “Diuji” dengan Google Maps

Gambar
Perbandingan tampilan Sei Pinang di dua platform: citra satelit pada Google Maps (kiri) dan Peta GIS Kalteng (kanan) relatif sama-sama belum detail. Perbedaannya, Google Maps menampilkan lebih banyak titik lokasi/nama tempat (POI) yang ditambahkan komunitas seperti Local Guides, sehingga orientasi lokasi terasa lebih mudah. Pada hari Sabtu, 31 Januari 2026 , saya mencoba mencari peta Kalimantan Tengah yang menarik untuk dijadikan virtual background saat rapat daring menggunakan Jitsi Meet . Saya lalu meminta bantuan Copilot (AI milik Microsoft). Copilot kemudian merekomendasikan sebuah situs pemetaan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah: Peta GIS Kalteng ( https://peta.simtaru.kalteng.go.id/ ). Awalnya saya cukup terkesan. Ketika saya mengarahkan peta ke wilayah Kuala Kapuas , tampilannya terlihat rapi dan informatif. Dari situ muncul rasa penasaran: kalau di ibu kota kabupaten terlihat lumayan detail, apakah wilayah yang lebih jauh seperti Sei Pinang (ibu kota Kecamatan Se...

Syair tentang Guru Sekumpul dibacakan oleh Guru Dayat

Gambar
Syair ini dibacakan pada acara Haul Guru Sekumpul dan Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan pada hari Rabu, 17 Februari 2021 di Langgar Al-Inayah, Jalan Kapten Pierre Tendean Gg. 9,5 Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah.

Semangat para jemaah Haul Abah Sekumpul 2018

Gambar
Pada hari Ahad, 25 Maret 2018, admin menuju ke Bandara Syamsudin Noor. Di perjalanan, admin menemui banyak jemaah yang menuju Haul Abah Sekumpul di Martapura, Kalimantan Selatan. Saat melintasi mushola sebelum Jembatan Barito, mobil-mobil yang membawa jemaah sedang istirahat. Menjelang perempatan Handil Bakti, malah sempat terjadi kemacetan. Jemaah Haul Abah Sekumpul datang dari berbagai tempat dengan mengendarai motor dan mobil. Untuk yang naik motor, umumnya mereka konvoi. Kalau konvoi tersebut beristirahat, maka kita akan melihat kumpulan sepeda motor sedang parkir di sebuah warung. Apalagi ketika hujan sedang deras, bahkan ada konvoi yang berteduh di rumah kosong. Pengendara sepeda umumnya tidak sendiri. Biasanya suami istri atau memboncengi teman. Ada juga yang membawa anaknya. Mobil yang digunakan bukan cuma kendaraan pribadi, bahkan angkot, elf dan pick-up juga digunakan untuk membawa jemaah.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas