Postingan

Menampilkan postingan dengan label Guru Sekumpul

Kunci Tadabbur: Cara Membaca Al-Qur’an dengan Lebih Dalam dan Mengena

Gambar
  Banyak dari kita rajin membaca Al-Qur’an, tetapi kadang merasa “belum tersentuh” atau sulit menangkap pesan yang benar-benar mengubah diri. Buku kecil Keys to Tadabbur: How to Reflect Deeply on the Qur’an mengingatkan: Al-Qur’an diturunkan bukan hanya untuk dilafalkan, tetapi untuk direnungkan (tadabbur) agar menjadi pengingat dan penuntun hidup.  Tadabbur bukan kegiatan “khusus ustaz”. Justru, orang awam tetap bisa melakukan refleksi, muhasabah, dan “terbangun” hatinya melalui Al-Qur’an—dan kita tidak boleh tertipu bisikan yang membuat kita menjauh dari tadabbur.  Berikut rangkuman kunci-kunci tadabbur yang praktis, mudah diikuti, dan relevan untuk kehidupan sehari-hari. 1) Mulai dari “membersihkan wadah”: detoks hati Penulis menekankan bahwa “wadah” Al-Qur’an adalah hati. Jika hati dipenuhi dosa, kesombongan, atau dorongan hawa nafsu yang tak terkendali, pesan Al-Qur’an jadi sulit masuk dan “menetap”. Ibarat cermin berkarat: gambar yang dipantulkan tidak akan jelas. ...

Syair tentang Guru Sekumpul dibacakan oleh Guru Dayat

Gambar
Syair ini dibacakan pada acara Haul Guru Sekumpul dan Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan pada hari Rabu, 17 Februari 2021 di Langgar Al-Inayah, Jalan Kapten Pierre Tendean Gg. 9,5 Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah.

Semangat para jemaah Haul Abah Sekumpul 2018

Gambar
Pada hari Ahad, 25 Maret 2018, admin menuju ke Bandara Syamsudin Noor. Di perjalanan, admin menemui banyak jemaah yang menuju Haul Abah Sekumpul di Martapura, Kalimantan Selatan. Saat melintasi mushola sebelum Jembatan Barito, mobil-mobil yang membawa jemaah sedang istirahat. Menjelang perempatan Handil Bakti, malah sempat terjadi kemacetan. Jemaah Haul Abah Sekumpul datang dari berbagai tempat dengan mengendarai motor dan mobil. Untuk yang naik motor, umumnya mereka konvoi. Kalau konvoi tersebut beristirahat, maka kita akan melihat kumpulan sepeda motor sedang parkir di sebuah warung. Apalagi ketika hujan sedang deras, bahkan ada konvoi yang berteduh di rumah kosong. Pengendara sepeda umumnya tidak sendiri. Biasanya suami istri atau memboncengi teman. Ada juga yang membawa anaknya. Mobil yang digunakan bukan cuma kendaraan pribadi, bahkan angkot, elf dan pick-up juga digunakan untuk membawa jemaah.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas