Postingan

Menampilkan postingan dengan label Hussain

The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Hussain RA, Muharram dan Sejarah Kita: Refleksi Tragedi Karbala

Gambar
Dalam video ini Mufti Hussain Kamani bercerita tentang Hussain RA. Beliau mengawali dengan berbagai kejadian yang terjadi pada khalifah Umar, Utsman, Ali, dilanjutkan dengan Mu'awiyah. Kemudian beliau bercerita lebih rinci tentang apa yang terjadi dengan Hussain RA di Karbala. Beliau menyimpulkan bahwa sebagai Muslim kita harus mencontoh sosok Hussain RA yang memperjuangkan apa yang dianggapnya benar dan siap menghadapi segala resikonya. Dan yang tidak kalah pentingnya kata beliau adalah dengan apa yang terjadi pada penduduk Kuffah yang merasa menyesal tidak bisa melindungi Hussain RA, kemudian mereka menyiksa diri mereka sendiri. Sebagai Muslim, seharusnya kita menjadikan kisah Hussain RA sebagai refleksi terhadap apa yang terjadi di dunia Islam saat ini. Bagaimana sikap kita terhadap kaum Muslimin yang tertindas di berbagai belahan dunia saat ini, seperti di Syiria, Myanmar dan tempat-tempat lain. Apa yang sudah kita lakukan untuk mereka? Jangan mentang-mentang ke...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas