Postingan

Menampilkan postingan dengan label Jembatan Timbang

Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Jalan Trans Kalimantan Banyak Yang Rusak

Gambar
Jalan trans kalimantan masih sebagai jalan nasional (menghubungkan antar ibukota provinsi) termasuk kategori jalan kelas III B yaitu jalan kolektor yang dapat dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 12.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat yang diizinkan 8 ton. Namun pada kenyataannya, kendaraan yang melewati jalan ini banyak yang melewati batas 8 ton. Jembatan Timbang di Anjir Serapat, Kapuas Timur Sebagai contoh, ketika admin berangkat ke Palangka Raya dari Kapuas, di daerah Pulang Pisau ada truk yang mengangkut sawit. Padahal berat truk sawit itu bisa berkisar dari 20-40 ton. Jadi wajar kalau jalan Trans Kalimantan banyak yang rusak. Selain itu juga cukup banyak truk-truk yang mengangkut kargo dari Pelabuhan Trisakti di Banjarmasin menuju ke Palangka Raya. Berat kargo tersebut dapat mencapai 20 ton. Jadi wajar kalau jalan Trans Kalimantan ini mudah sekali rusak. Apalagi Jembatan Timbang...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)