Postingan

Menampilkan postingan dengan label Jukung

Keamanan Pangan: Dimulai dari Dapur, Dijaga oleh Kita Semua

Gambar
  Makanan adalah kebutuhan paling dasar manusia. Setiap hari kita makan untuk mendapatkan energi, tumbuh, bekerja, belajar, dan menjaga kesehatan. Namun, makanan yang tampak enak dan mengenyangkan belum tentu aman. Bila makanan tercemar bakteri, virus, parasit, atau bahan kimia berbahaya, makanan tersebut justru dapat menjadi sumber penyakit. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengingatkan bahwa keamanan pangan, gizi, dan ketahanan pangan saling berkaitan erat. Artinya, makanan yang cukup saja belum cukup. Makanan juga harus bergizi dan aman dikonsumsi. Tanpa keamanan pangan, makanan dapat menyebabkan diare, keracunan, gangguan kesehatan jangka panjang, bahkan kematian. WHO memperkirakan sekitar 866 juta orang di dunia jatuh sakit setiap tahun setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, dan 1,52 juta orang meninggal dunia akibat masalah tersebut. Anak-anak di bawah usia lima tahun termasuk kelompok yang paling rentan. Mengapa Keamanan Pangan Penting? Keamanan pangan berar...

Satu Rumah Satu Jukung/Klotok

Gambar
Klotok sedang ditambat di samping rumah Kumpulan klotok sedang ditambat Klotok ditambat di dermaga Jukung ditambat di dermaga Jukung ditambat di dermaga Bagi masyarakat Desa Tajepan, Kecamatan Kapuas Murung, jukung (perahu tanpa motor) atau klotok (perahu bermotor) merupakan kendaraan utama. Hampir disetiap rumah yang berada di tepi sungai atau handil terdapat sebuah jukung/klotok yang ditambatkan di dermaga rumah mereka. Saat menelusuri Desa Tajepan ini kita akan melihat banyak masyarakat yang mondar-mandir dengan mengayuh jukung atau sedang menggunakan klotok. Dengan terbukanya akses jalan darat, makin banyak masyarakat yang memiliki sepeda motor. Namun bagi mereka yang masih memiliki sawah di seberang sungai, maka jukung/klotok masih merupakan kendaraan sehari-hari.

Jukung - Makin Beresiko

Gambar
Jukung Masyarakat yang tinggal di handil-handil masih banyak yang menggunakan jukung sebagai kendaraan sehari-hari mereka untuk menuju ke lahan pertanian mereka yang kadang-kadang terletak di seberang sungai. Namun penggunaan jukung dari hari ke hari makin beresiko mengingat makin banyak kendaraan besar yang melintas di sungai. Banyaknya kendaraan besar yang melintas di sungai mengakibatkan besarnya gelombang yang dihasilkan. Hal ini bisa membuat jukung menjadi terbalik atau tenggelam. Sebagian masyarakat yang lahannya tidak harus menyeberangi handil lebih menyukai untuk menggunakan feri penyeberangan untuk menyeberangi sungai untuk mengurangi resiko. Di sekitar penyeberangan Sei Itik ke Handil Banama, pernah ada jukung yang terbalik, syukur ada feri yang membantunya.

Het Land van de Hoedo

Gambar
Video diatas berisi berbagai kegiatan masyarakat dayak yang tinggal di rumah betang diantaranya: Membuat jukung Menangkap ikan dengan tombak Menangkap lele Menangkap ular Memelihara urang utan Menyumpit burung

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas