Postingan

Menampilkan postingan dengan label Jumantik

Mengupas Tuntas Obesitas: Bukan Sekadar Kurang Disiplin, Tapi Penyakit Medis yang Kompleks

Gambar
  Banyak orang masih percaya bahwa obesitas adalah cerminan dari kemalasan, kurangnya kemauan keras, atau pilihan gaya hidup yang buruk. Namun, anggapan tersebut keliru dan sudah ketinggalan zaman. Sejak tahun 2013, komunitas medis global, melalui American Medical Association, telah secara resmi mengakui obesitas sebagai sebuah penyakit. Ini bukan sekadar masalah berat badan, melainkan sebuah kondisi medis kronis yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, layaknya diabetes atau penyakit jantung. Obesitas Adalah Penyakit Multifaktorial Menurut para ahli, termasuk Dr. Victoria Buhari dari PARI's Wellness and Diabetes Center, obesitas bersifat kronis, progresif, dapat kambuh, namun bisa diobati dan bersifat multifaktorial. Artinya, kondisi ini disebabkan oleh interaksi rumit dari berbagai faktor, di antaranya: Biologis:  Faktor genetika, ketidakseimbangan hormon seperti  ghrelin  (hormon pemicu lapar) dan  leptin  (hormon pemicu kenyang), serta resist...

Pelatihan Jumantik Puskesmas Lamunti

Gambar
Pada hari Rabu, 8 Mei 2013 bertempat di Puskesmas Lamunti dilakukan kegiatan Pelatihan Juru Pemantau Jentik. Enam dari sebelas peserta hadir dalam pelatihan tersebut. Sebagian peserta tidak datang karena pagi hari tersebut hujan deras. Pelatihan ini dibuka oleh Drs. Aswan, M.Si, Camat Mantangai. Narasumber pelatihan ini adalah dr. Tri Setyautami, MPHM (Kepala Seksi Bimdal P2 Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas), Heni (Petugas Kesehatan Lingkungan Puskesmas Lamunti) dan Sri Fatimah (Petugas Gizi Puskesmas Lamunti). Dalam sambutannya Pak Camat menyambut baik kegiatan ini, karena tanpa peran serta masyarakat penyakit Demam Berdarah (DBD) akan sulit dikendalikan. Penyakit DBD sangat terkait dengan perilaku manusia yang tidak disadari menciptakan lingkungan yang disukai oleh nyamuk DBD untuk berkembang biak. Misalnya membuang sampah sembarangan, menumpuk barang-barang bekas, membiarkan air tergenang, tidak menutup tempat-tempat penampungan air, dan sebagainya. Jadi penting untuk mengubah ...

Sosialisasi Demam Berdarah Bagi Kader Jumanti

Pada hari Kamis, 31 Januari 2013 bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Demam Berdarah Bagi Kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Seksi Bimdal Pengendalian Penyakit. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 35 orang Jumantik dari wilayah Puskesmas Melati (Selat Dalam, Selat Tengah, Selat Hulu) mengingat kasus terbanyak berada di wilayah ini. Dalam sambutannya dr. Hj. Ani Handaningroem, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, menyatakan bahwa dari penelitian sudah diketahui upaya pencegahan demam berdarah yang efektif adalah melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) bukan melalui Fogging Massal. Kegiatan sosialisasi diisi dengan materi mengenai penyakit demam berdarah kemudian diikuti dengan kegiatan praktek lapangan dimana para Jumantik langsung memantau jentik-jentik yang ada di rumah-rumah sekitar Dinas Kesehatan.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas