Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kapuas Hilir

The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Truk sengon amblas di Hampatung

Gambar
Truk sengon yang amblas di Hampatung Saat berangkat shalat Jum'at (24 Februari 2017) ke Masjid Jami' Mambulau, admin melewati truk yang amblas di Hampatung, Kapuas Hilir. Sepulangnya dari shalat Jum'at, admin menyempatkan diri untuk mampir ke lokasi truk yang sedang amblas tersebut. Menurut keterangan warga sekitar, truk ini mengalami pecah ban kiri depan, sehingga truk terdorong keluar dari badan jalan. Rupanya bahu jalan tidak kuat menahan beratnya truk yang membawa kayu sengon tersebut. Kejadian ini terjadi pada hari Kamis (23 Februari 2017) sore. Muatan kayu sengon akan dipindahkan ke truk yang lain.

Motor Damkar Masuk Parit di Sei Pasah

Gambar
Motor Damkar yang jatuh ke parit Pada hari Minggu, 2 Februari 2014 sepeda motor pemadam kebakaran sumbangan dari Pemerintah Kabupaten Kapuas milik Desa Sei Pasah, Kecamatan Kapuas Hilir jatuh di parit di depan Pemancingan Eka Sari. Menurut keterangan petugas pengelola motor tersebut, hal ini terjadi karena pengendaranya masih belum terbiasa mengendarai motor ini, jadi ketika salah satu bannya jatuh dari badan jalan, pengemudinya tidak mampu mengendalikannya dan akhirnya jatuh ke parit. Motor Damkar yang sudah ditarik dari parit Warga menghentikan salah satu truk yang lewat untuk menarik motor Damkar ini. Syukurlah dalam waktu yang tidak terlalu lama, motor ini sudah bisa dinaikkan ke badan jalan kembali.

Rumah Betang Sei Pasah Sedang Dibangun

Gambar
Rumah Betang Sei Pasah (tampak depan) Pada hari Jum'at, 29 Desember 2012 Informasi Kapuas berkunjung ke lokasi pembangunan rumah betang di Kelurahan Sei Pasah, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas. Lokasi pembangunan rumah betang ini pada awalnya adalah tanah dari keluarga besar Talinting E. Toepak (mantan Wakil Bupati Kapuas) yang sudah dibebaskan oleh Pemerintah Kabupaten Kapuas. Rumah Betang Sei Pasah (tampak samping) Sejak tahun 2005 ketika beliau menjabat sebagai wakil bupati, pembangunan pondasi rumah betang ini sudah dilakukan. Baru sejak bulan Juli 2012 yang lalu pembangunan rumah betang ini kembali dilanjutkan. Menurut keterangan penjaga lokasi ini, bahan baku ulin untuk rumah betang ini berasal dari Sei Pinang, Kecamatan Mandau Talawang, Kabupaten Kapuas. Sedangkan untuk sirap ulinnya berasal dari Tumbang Manggu. Rumah Betang Sei Pasah (tampak belakang) Desain rumah betang ini sudah mengalami beberapa kali perubahan. Rumah betang ini lebih besar dari ru...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas