Memahami Hadis tentang Perempuan Penghuni Neraka: Pentingnya Membaca Konteks

Gambar
Hadis yang menyebut perempuan sebagai mayoritas penghuni neraka sering menimbulkan pertanyaan. Apalagi, dalam riwayat yang sama, terdapat ungkapan yang lazim diterjemahkan sebagai “kurang akal dan agama”. Jika dibaca sepintas, ungkapan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Bagaimana memahami hadis ini secara lebih utuh? Dalam program Real Talk dari Yaqeen Institute, Dr. Tesneem Alkiek bersama pembawa acara Cadar Mohamud membahas pertanyaan tersebut. Alkiek menekankan pentingnya memperhatikan konteks hadis, penjelasan yang menyertainya, serta kedudukan perempuan dalam tradisi keilmuan Islam. Pembahasan itu mengajak kita untuk memahami pesan hadis dengan cermat, sekaligus menghindari penggunaannya untuk merendahkan orang lain. Nasihat yang Disertai Jalan Perbaikan Hadis yang dibahas menceritakan Nabi Muhammad saw. mendatangi kelompok perempuan pada hari raya. Beliau mengajak mereka bersedekah dan menyampaikan peringatan tentang neraka. Ketika ...

Rumah Betang Sei Pasah Sedang Dibangun

Rumah Betang Sei Pasah (tampak depan)
Pada hari Jum'at, 29 Desember 2012 Informasi Kapuas berkunjung ke lokasi pembangunan rumah betang di Kelurahan Sei Pasah, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas. Lokasi pembangunan rumah betang ini pada awalnya adalah tanah dari keluarga besar Talinting E. Toepak (mantan Wakil Bupati Kapuas) yang sudah dibebaskan oleh Pemerintah Kabupaten Kapuas.
Rumah Betang Sei Pasah (tampak samping)
Sejak tahun 2005 ketika beliau menjabat sebagai wakil bupati, pembangunan pondasi rumah betang ini sudah dilakukan. Baru sejak bulan Juli 2012 yang lalu pembangunan rumah betang ini kembali dilanjutkan. Menurut keterangan penjaga lokasi ini, bahan baku ulin untuk rumah betang ini berasal dari Sei Pinang, Kecamatan Mandau Talawang, Kabupaten Kapuas. Sedangkan untuk sirap ulinnya berasal dari Tumbang Manggu.
Rumah Betang Sei Pasah (tampak belakang)
Desain rumah betang ini sudah mengalami beberapa kali perubahan. Rumah betang ini lebih besar dari rumah betang aslinya. Desainnya disesuaikan dengan rumah lama dengan modifikasi. Masalah dalam pembangunan rumah betang ini adalah ketersediaan ulin yang sulit untuk didapatkan. Strukturnya tidak sekokoh rumah betang yang ada di Desa Tumbang Bukoi, Kecamatan Mandau Talawang, Kabupaten Kapuas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"