Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kayu Bakar

Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Pencari Kayu Bakar

Gambar
Pencari kayu bakar di Desa Anjir Palambang Pencari kayu bakar di Desa Anjir Palambang, Kecamatan Pulau Petak ini menceritakan bahwa kayu bakar (kayu galam) ini diperolehnya dari lahan yang jaraknya bisa mencapai 10 kilometer dari desanya, ke arah daratan. Menurut beliau, bila lahan tersebut sudah ditanami kelapa sawit, maka habislah kayu galam tersebut.  Kayu galam ini dijual dengan harga Rp 130.000 per 1000 potong. Untuk yang ukurannya kecil harganya Rp 70.000 per 1000 potong. Dalam sehari dia bisa mengumpulkan kayu bakar dalam jumlah untuk 1000 potong tersebut. Kayu tersebut akan dipotong-potong dalam ukuran kecil menggunakan chainsaw . Setelah itu kayu tersebut dipotong secara manual menggunakan kapak. 

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)