Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kayu Galam

The Salahuddin Generation (Ep. 9) — One Sultan vs. All of Europe - Saat Kemenangan Justru Mengundang Perang Baru

Gambar
  Kita sering mengira kemenangan adalah garis finish. Padahal dalam banyak perjuangan—dakwah, kepemimpinan, bahkan perubahan diri—kemenangan justru mengundang babak berikutnya: serangan balik . Episode ini menunjukkan satu prinsip besar yang jarang disadari: “Victory does not end wars. It invites them.” Kemenangan tidak otomatis mengakhiri perang—ia sering memanggil perang yang lebih besar . Setelah Yerusalem dibebaskan, umat bergembira. Namun Salahuddin membaca kenyataan yang pahit: musuh belum habis—yang baru mulai adalah perang sesungguhnya. 1) Prinsip Serangan Balik: Setelah Menang, Musuh Tidak Diam Salahuddin memahami, tentara Salib di Syam bukan berdiri sendiri. Mereka punya “suplai superpower”: Eropa —yang bisa mengirim pasukan, senjata, logistik, mesin pengepungan, dan kapal-kapal perang kapan saja. Maka kemenangan besar atas pasukan Salib lokal bukan akhir cerita. Itu adalah pemicu : Eropa akan tersentak, harga diri mereka terpukul, dan mereka akan mengir...

Pondasi Bangunan Dengan Kayu Galam

Gambar
Pemasangan pondasi galam Membangun rumah bertingkat di tanah gambut memerlukan pondasi khusus. Tanah yang akan dijadikan pondasi ditancapi kayu galam. Penancapan kayu galam ini dilakukan pada semua titik bangunan yang akan dijadikan sebagai pondasi. Pada masa lalu pemasangan ini dilakukan secara manual dimana ada beberapa orang yang memegang tali untuk menarik dan menurunkan pemberat. Sekarang pemberat digerakkan dengan mesin. Kayu galam merupakan kayu yang kuat untuk dijadikan pondasi, karena dinilai kuat ketika bertemu dengan air. Itulah sebabnya sampai sekarang bisnis kayu galam masih marak di Kabupaten Kapuas. Ribuan kayu galam diproduksi setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan pembangunan di Kabupaten Kapuas ini. 

Bukit Galam di Basarang

Bukit Galam by jumatil on Photosynth Kayu galam merupakan kayu yang banyak digunakan untuk berbagai keperluan pembangunan, mulai dari membangun rumah, sampai menjadi pondasi bagi pembangunan jalan. Pada masa lalu, galam digunakan sebagai dasar bagi jalan-jalan yang ada di Kalimantan Tengah. Galam ini akan ditancapkan secara vertikal di sepanjang jalan yang akan di aspal. Dipercaya bahwa kayu galam ini tahan lama pada kondisi tanah yang berair. Hal ini sangat sesuai dengan kondisi tanah di Kalimantan Tengah yang merupakan tanah gambut. Pada lokasi-lokasi dimana kendaraan berat berukuran besar belum dapat sampai ke sana, maka masih ada jalan yang menggunakan galam sebagai pondasinya. Bila pemborong tersebut nakal, maka kayu galam itu bukan ditancapkan secara vertikal, tapi hanya diletakkan secara horizontal sejajar dengan jalan yang akan diperlebar. Saat ini, pelebaran jalan di Kalimantan Tengah sudah menggunakan alat-alat berat. Mereka akan mengeruk tanah yang akan menjadi...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas