Memahami Hadis tentang Perempuan Penghuni Neraka: Pentingnya Membaca Konteks

Gambar
Hadis yang menyebut perempuan sebagai mayoritas penghuni neraka sering menimbulkan pertanyaan. Apalagi, dalam riwayat yang sama, terdapat ungkapan yang lazim diterjemahkan sebagai “kurang akal dan agama”. Jika dibaca sepintas, ungkapan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Bagaimana memahami hadis ini secara lebih utuh? Dalam program Real Talk dari Yaqeen Institute, Dr. Tesneem Alkiek bersama pembawa acara Cadar Mohamud membahas pertanyaan tersebut. Alkiek menekankan pentingnya memperhatikan konteks hadis, penjelasan yang menyertainya, serta kedudukan perempuan dalam tradisi keilmuan Islam. Pembahasan itu mengajak kita untuk memahami pesan hadis dengan cermat, sekaligus menghindari penggunaannya untuk merendahkan orang lain. Nasihat yang Disertai Jalan Perbaikan Hadis yang dibahas menceritakan Nabi Muhammad saw. mendatangi kelompok perempuan pada hari raya. Beliau mengajak mereka bersedekah dan menyampaikan peringatan tentang neraka. Ketika ...

Bukit Galam di Basarang


Kayu galam merupakan kayu yang banyak digunakan untuk berbagai keperluan pembangunan, mulai dari membangun rumah, sampai menjadi pondasi bagi pembangunan jalan. Pada masa lalu, galam digunakan sebagai dasar bagi jalan-jalan yang ada di Kalimantan Tengah. Galam ini akan ditancapkan secara vertikal di sepanjang jalan yang akan di aspal. Dipercaya bahwa kayu galam ini tahan lama pada kondisi tanah yang berair. Hal ini sangat sesuai dengan kondisi tanah di Kalimantan Tengah yang merupakan tanah gambut.

Pada lokasi-lokasi dimana kendaraan berat berukuran besar belum dapat sampai ke sana, maka masih ada jalan yang menggunakan galam sebagai pondasinya. Bila pemborong tersebut nakal, maka kayu galam itu bukan ditancapkan secara vertikal, tapi hanya diletakkan secara horizontal sejajar dengan jalan yang akan diperlebar.

Saat ini, pelebaran jalan di Kalimantan Tengah sudah menggunakan alat-alat berat. Mereka akan mengeruk tanah yang akan menjadi lokasi pelebaran jalan. Kemudian memadatkan tanah tersebut dengan mesin giling. Kerukan tersebut akan diisi dengan campuran khusus sehingga lebih padat dari tanah gambut. Pada proses ini, galam tidak lagi digunakan.

Pembuatan pondasi cakar ayam untuk rumah juga menggunakan galam sebagai pondasinya. Galam tersebut akan ditancapkan secara vertikal sebagai dasar dari pondasi tersebut. Pada saat pembukaan hutan menggunakan excavator, kayu galam dijadikan sebagai landasan dimana excavator tersebut berpijak, sehingga mereka tidak tenggelam ke tanah gambut.

Bukit Galam pada foto diatas, dapat dilihat di Jalan Trans Kalimantan, Basarang Km. 4, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas. Sebenarnya pemandangan seperti ini sudah biasa di pedalaman Kapuas, namun menjadi menarik ketika ada di tepi jalan Trans Kalimantan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"