Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kecamatan Dadahup

Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Jalan bergelombang di Kecamatan Dadahup

Gambar
Ada yang menarik pada jalan yang terletak diantara Desa Talekung Punai dan Desa Dadahup, jalannya bergelombang. Ketika saya mengemudikan kendaraan dengan cukup cepat pada jalan beraspal, saya tiba-tiba dikagetkan dengan mobil yang tiba-tiba seperti terambung-ambung. Rupanya jalannya bergelombang. Gelombang jalan tersebut tidak terlalu terlihat disiang hari. Di malam hari gelombang jalan agak terlihat pada sorotan lampu di jalan yang menggambarkan adanya lekukan di jalan.

Tarawih Keliling di Masjid Ar-Rahman Dadahup

Gambar
Masyarakat menunggu waktu berbuka puasa di Masjid Ar-Rahman Dadahup Pada hari Jum'at, 10 Agustus 2012 rombongan Tarawih Keliling Bupati Kapuas mengunjungi Masjid Ar-Rahman, Desa Dadahup, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas. Masyarakat sangat antusian menyambut kedatangan rombongan ini. Sayang dalam kunjungan ini, Bapak Bupati Kapuas, Ir. H. M. Mawardi, MM berhalangan hadir. Masyarakat memenuhi masjid yang sedang dalam pembangunan ini. Rombongan Tarling Bupati Kapuas terdiri dari para anggota DPRD Kabupaten Kapuas, kepala SKPD dan perwakilannya serta para ulama. Dalam tausiyah setelah berbuka puasa disampaikan materi tentang pentingnya menjaga diri dan keluarga dari api neraka. "Bila rumah kita terbakar, kita akan segera menyelamatkan istri dan anak agar tidak terbakar. Tapi karena kita menganggap api neraka masih jauh, maka kita kurang mempersiapkan diri dan keluarga untuk menghindarinya". Demikian sebagian kutipan tausiyah Ramadan dalam pertemuan tersebut.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)