Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kerajinan

Silaturahmi dan Berbagi Pengalaman, DPK PPNI UPT Puskesmas Sei Tatas Kunjungi DPK PPNI Rayon 1 Kabupaten Banjar

Gambar
Dewan Pengurus Komisariat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPK PPNI) Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Puskesmas Sei Tatas melaksanakan kegiatan silaturahmi dan berbagi pengalaman dengan DPK PPNI Rayon 1 Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Kegiatan yang berlangsung di sebuah vila di kawasan wisata Tahura Sultan Adam, Kabupaten Banjar, ini menjadi ajang untuk mempererat hubungan antaranggota profesi sekaligus bertukar informasi mengenai pengelolaan organisasi dan pengembangan profesi keperawatan. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh pengurus DPD PPNI Kabupaten Kapuas serta Ketua DPD PPNI Kabupaten Banjar, Muhammad Habibi, S.Kep., MPH. Kehadiran para pengurus dari kedua daerah semakin menambah semangat kebersamaan dan memperkuat komitmen untuk membangun organisasi profesi yang semakin maju, solid, dan bermanfaat bagi anggota maupun masyarakat. Dalam sambutannya, Ketua DPK PPNI Rayon 1 Kabupaten Banjar, Riza Alfiannor, Amd.Kep., menyampaikan apresiasi atas kunjungan yang dilakukan oleh...

Katakan dengan bunga (demam bunga sabun)

Gambar
Berpose bersama bunga sabun Salah seorang staf rumah sakit, mengajarkan teman-temannya untuk membuat bunga dari sabun. Setelah melihat contoh dari sang teman tersebut, para staf yang lain terpacu untuk membuat bunga yang sama. Akhirnya waktu istirahat digunakan untuk membuat bunga sabun tersebut. Hasilnya cukup membuat ruangan wangi dengan bau sabun.

Karya Terakhir Seorang Perajin Rotan

Gambar
Tas diatas merupakan salah satu dari empat karya terakhir dari seorang nenek perajin rotan. Karena usia beliau yang sudah lanjut, beliau tidak lagi memproduksi kerajinan tangan dari rotan. Kerajinan tangan ini merupakan keahlian yang diturunkan secara turun temurun. Anak-anak belajar dari orang tua mereka. Mereka biasanya melihat orang tuanya menganyam rotan, kemudian mereka mencobanya. Dari hari ke hari, jumlah perajin rotan makin menurun, hal ini diakibatkan karena kerajinan ini kurang menjanjikan penghasilan yang memadai. Untuk menghasilkan satu kerajinan rotan diperlukan waktu beberapa hari sampai beberapa minggu. Sedangkan nilai jualnya sangat rendah, sehingga sangat tidak sebanding dengan waktu yang mereka habiskan. Pemerintah daerah sudah mengupayakan pemasaran kerajinan ini dengan membuat Pusat Oleh-Oleh Kabupaten Kapuas , namun hasilnya kurang menggembirakan. Saat ini, lokasi penjualan souvenir yang masih banyak dikunjungi turis adalah Toko Souvenir Antik , Toko Souveni...

Postingan populer dari blog ini