Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kerajinan

Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Katakan dengan bunga (demam bunga sabun)

Gambar
Berpose bersama bunga sabun Salah seorang staf rumah sakit, mengajarkan teman-temannya untuk membuat bunga dari sabun. Setelah melihat contoh dari sang teman tersebut, para staf yang lain terpacu untuk membuat bunga yang sama. Akhirnya waktu istirahat digunakan untuk membuat bunga sabun tersebut. Hasilnya cukup membuat ruangan wangi dengan bau sabun.

Karya Terakhir Seorang Perajin Rotan

Gambar
Tas diatas merupakan salah satu dari empat karya terakhir dari seorang nenek perajin rotan. Karena usia beliau yang sudah lanjut, beliau tidak lagi memproduksi kerajinan tangan dari rotan. Kerajinan tangan ini merupakan keahlian yang diturunkan secara turun temurun. Anak-anak belajar dari orang tua mereka. Mereka biasanya melihat orang tuanya menganyam rotan, kemudian mereka mencobanya. Dari hari ke hari, jumlah perajin rotan makin menurun, hal ini diakibatkan karena kerajinan ini kurang menjanjikan penghasilan yang memadai. Untuk menghasilkan satu kerajinan rotan diperlukan waktu beberapa hari sampai beberapa minggu. Sedangkan nilai jualnya sangat rendah, sehingga sangat tidak sebanding dengan waktu yang mereka habiskan. Pemerintah daerah sudah mengupayakan pemasaran kerajinan ini dengan membuat Pusat Oleh-Oleh Kabupaten Kapuas , namun hasilnya kurang menggembirakan. Saat ini, lokasi penjualan souvenir yang masih banyak dikunjungi turis adalah Toko Souvenir Antik , Toko Souveni...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)