Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kereta Rel Listrik

Joseph Ana: Dokter yang Mengubah Wajah Pelayanan Kesehatan di Nigeria

Pada hari Minggu, 21 Juni 2026, saat membaca mailing list HIFA – Healthcare Information for All , saya menemukan kiriman dari Mbang Ana berjudul Open Access: Joseph Ana's BMJ Obituary . Tulisan itu memperkenalkan saya kembali pada sosok Dr. Joseph Ndemana Onebieni Ana , seorang dokter dari Afrika yang dikenal aktif berbagi gagasan tentang pelayanan kesehatan, termasuk melalui forum HIFA. Tulisan yang dimaksud adalah obituari karya Richard Smith di The BMJ , berjudul “Joseph Ana: surgeon and GP who overhauled healthcare in Nigeria” . Artikel tersebut menceritakan perjalanan hidup dan perjuangan Joseph Ana dalam memperbaiki sistem kesehatan di Nigeria, khususnya di Cross River State . Dokter yang Percaya bahwa Kesehatan Bukan Sekadar Gedung Joseph Ana bukan hanya seorang dokter bedah dan dokter umum. Ia adalah seorang pembaharu sistem kesehatan. Puncak kiprahnya terjadi pada tahun 2004 ketika ia diangkat menjadi Health Commissioner atau semacam kepala dinas kesehatan di Cross Rive...

Napak tilas Stasiun Tebet dan Stasiun Depok

Gambar
Pada tahun 1986-1989, saya pernah menggunakan rute Depok - Tebet untuk menjalani pendidikan di SMA Negeri 8 Jakarta. Jadi pada hari Ahad, 24 November 2019, saya menyengaja untuk naik kereta dari Stasiun Tebet ke Depok. Ada perubahan besar pada stasiun ini karena sudah memakai stasiun standar, namun perubahan itu cuma pada bagian depan saja. Tempat menunggu kereta tidak banyak berubah. Tadinya saya berpikir got yang ada di pinggir stasiun ini sudah ditutup, ternyata tetap ada.

Wajah Baru Kereta Rel Listrik

Gambar
Suasana KRL Jurusan Bekasi - Kota Kami naik kereta dari Stadiun Bekasi. Waktu sampai di stasiun kami agak bingung lihat pintu masuknya yang tidak terlalu jelas (maklum baru sekitar jam 05.25 WIB). Ketika sampai di gerbang banyak pintu countet. Kami tanya sama petugas dimana beli tiketnya? Dia menunjuk ke ruang samping. Kami beli tiket ke Depok. Satu orang Rp 14.000. Kami dapat tiket yang bentuknya seperti kartu ATM. Tiket harian Commuter Kami masuk dengan meletakkan kartu ke tulisan "Tempel disini". Setelah itu kami tanya kereta ke Kota di jalur berapa? Petugas menunjuk ke kereta yang sedang parkir. Petugas yang lain memberitahu bahwa keretanya ada di jalur 3. Ketika kami sampai di peron jalur 3 ada tulisan di papan kereta jurusan kota. Gerbong khusus wanita Kami naik gerbong paling belakang.   Penumpang di gerbong tersebut memberitahu bahwa gerbong paling belakang tersebut adalah untuk perempuan. Kami pindah ke gerbong berikutnya. Gerbong kereta api K...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas