Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kesbangpollinmas

Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Penyuluhan Pencegahan Peredaran atau Penggunaan Minuman Keras dan Narkoba 2014

Gambar
Peserta Penyuluhan Pencegahan Peredaran Narkoba Pada hari Rabu, 21 Mei 2015 bertempat di Aula Badan Kesbang Politik dan Linmas Kabupaten Kapuas dilaksanakan kegiatan Penyuluhan Pencegahan Peredaran/Penggunaan Minuman Keras dan Narkoba Kabupaten Kapuas Tahun 2014. Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang siswa-siswi SMK se-Kuala Kapuas. Narasumber kegiatan ini adalah Ketua BNK, Kaban Kesbangpollinmas, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kapuas, Kasat Narkoba Polres Kapuas dan anggota BNK Kabupaten Kapuas, dr. Tri Setyautami, MPHM. Dalam penyuluhan ini, dr. Tri Setyautami menyampaikan tentang masalah rokok, Napza dan bagaimana remaja bersikap asertif (bisa menyatakan keinginan, kemauan dengan sikap yang baik tanpa merasa bersalah). Hal ini penting untuk mengatakan tidak pada Narkoba.

Postingan populer dari blog ini