Postingan

Menampilkan postingan dengan label Khazanaturrahmah

The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Pengukuhan PMR Madya dan Wira Madrasah Khazanaturrahmah 2017

Gambar
Anggota PMR Madya dan Wira di Langgar Khazanaturrahmah Pada hari Sabtu, 14 Oktober 2017 bertempat di Madrasah Khazanaturrahmah dimulai kegiatan Pengukuhan Palang Merah Remaja Tingkat Madya dan Wira. Setelah kegiatan pembukaan di halaman sekolah dilaksanakan shalat Ashar berjama'ah di langgar sekolah. Setelah itu dimulai materi tentang Sejarah Palang Merah yang dilaksanakan di langgar tersebut. Menurut Bapak Rahmad Fauzan Akhyari, S.Pd.I (Pembina PMR) kegiatan ini merupakan kegiatan ketiga sejak tahun 2015. Kegiatan ini dibantu oleh dua orang anggota Korps Sukarela (KSR) yaitu Bapak Putra dan Bapak Yamin.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas