Postingan

Menampilkan postingan dengan label MDR-TB

Panduan Lengkap Operasi Katarak: Sebelum, Selama, dan Sesudahnya

Gambar
  Di masa kuno, orang Mesir kuno menggunakan teknik bedah yang dikenal sebagai "couching," di mana jarum tajam digunakan untuk menggeser lensa yang keruh keluar dari bidang pandang dan masuk ke dalam rongga vitreus di bagian belakang mata. Kemudian, orang Romawi menggunakan metode yang disebut "needling" untuk memotong katarak menjadi potongan-potongan kecil yang cukup kecil untuk diserap kembali. Meskipun kedua prosedur tersebut dapat meningkatkan penglihatan, mereka tidak dapat menyediakan penglihatan yang sepenuhnya jernih karena tidak menggantikan lensa. Terobosan tersebut tidak datang sampai tahun 1940-an, ketika ahli oftalmologi Inggris, Harold Ridley, menemukan lensa intraokular. Berbeda dengan operasi di zaman kuno, operasi katarak saat ini menggunakan sayatan kecil dan sedotan untuk mengeluarkan lensa yang keruh, dan kemudian menggantinya dengan lensa plastik buatan. Ekstraksi lensa dilakukan menggunakan salah satu dari dua prosedur: phacoemulsification ata

Supervisi MDR-TB di RSUD

Gambar
Pada hari Jum'at, 21 Agustus 2015 rombongan dari RSUD Doris Sylvanus berkunjung ke RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo untuk melakukan supervisi MDR-TB. Rombongan bertemu dengan direktur. Mereka menyampaikan hal-hal yang harus disediakan rumah sakit seperti ruangan khusus dan perlakuan khusus dari tim yang sudah melakukan On the Job Training (OJT).

Kunjungan ke Penderita TBC

Sebagai tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Persiapan Layanan Pasien TB Resisten Obat yang dilaksanakan kemarin, dr. Gusti Hariyadi Maulana, SpPD (Spesialis Penyakit Dalam RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo), dr. Tri Setyautami, MPHM (Kasie P2 Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas), dr. Tonun Irawaty (Pimpinan Puskesmas Melati), Prisnapura (staf Puskesmas Melati) dan Netty Kuswara (staf P2 Dinas Kesehatan) berkunjung ke rumah penderita TBC yang didiagnosis mengalami resistensi terhadap salah satu obat TBC : Rifampisin. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pasien dan keluarganya dalam rangka mempersiapkan mereka untuk menjalani proses yang panjang dalam pengobatan yang akan dijalani. Para dokter tersebut menjelaskan berbagai macam hal termasuk efek samping yang mungkin terjadi ketika mengkonsumsi obat-obatan TBC tersebut. Direncanakan pasien ini akan dirujuk ke RSUD Dorys Sylvanus dalam rangka pemeriksaan tahap awal untuk memulai pengobatan. Setelah itu pasien akan di

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan