Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mainan

Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Ular Tangga Buatan Ani

Gambar
Saat menunggu dimulainya rapat di SDIT Al-Amin Kapuas, penulis menyaksikan dua orang anak SD sedang asyik main ular tangga. Mereka menggunakan ular tangga yang dibuat dari buku tulisnya Ani Syifa Sa'adah, murid kelas 2. Mereka menggunakan rautan sebagai bidaknya. Mereka sangat asyik menikmati permainan tersebut. Mereka berkali-kali mengulang permainan tersebut sampai bosan. Mereka bermain meskipun di dekat mereka teman-teman yang lain lalu lalang.

Penjual Burung Mainan

Gambar
Penjual burung mainan diatas dapat kita temukan di Jalan Cilik Riwut, Kuala Kapuas. Beliau berjualan setiap hari mulai jam 07.00 - 12.00 WIB kemudian dilanjutkan pada pukul 15.00 - 17.00 WIB. Harga burung mainan ini adalah Rp 45.000 per buah. Burung mainan ini didatangkan dari "Jawa". Penjual burung mainan serupa dapat kita jumpai di beberapa tempat di Kota Kuala Kapuas.

Bermain tidak harus mahal

Gambar
Foto diatas diambil ketika admin akan meninggalkan Desa Bakungin. Anak-anak sedang bermain di depan Masjid menggunakan tanah yang ada di depan masjid. Mereka membuat jalan tempat lewatnya mobil-mobilan mereka. Foto diatas mengingatkan kepada kita bahwa mainan itu tidak harus mahal, cukup memanfaatkan berbagai macam sarana yang ada di sekitar kita.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)