Postingan

Menampilkan postingan dengan label Maju Bersama

Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pembuatan Arang dari Kayu Halaban di Desa Maju Bersama

Gambar
Kayu Halaban yang berukuran satu meter ditumpuk Tumpukan Kayu Halaban ditutupi dengan rumput Tumpukan Kayu Halaban dibakar Tumpukan yang dibakar ditutup dengan tanah selama dua hari dua malam Ini adalah contoh arang yang berasal dari Kayu Halaban Saat berkunjung ke Desa Maju Bersama, Kecamatan Kapuas Barat, Kabupaten Kapuas pada hari Ahad, 19 Agustus 2018, admin melihat ada beberapa tempat yang memiliki tumpukan kayu yang berasap. Admin lalu bertanya kepada pemilik tumpukan tersebut, ternyata itu adalah tumpukan untuk membuat arang. Kayu untuk pembuatan arang tersebut adalah Kayu Halaban yang diambil dari hutan. Ketika berbincang dengan Ibu Suliati, salah seorang pembuat arang, beliau mengatakan bahwa beliau sudah punya langganan di Pasar Ikan, Kuala Kapuas. Sekali mengantar ke Kuala Kapuas, beliau membawa sekitar 200 karung arang yang setiap karungnya berharga Rp 12.000.  Ibu lain yang admin tanyai, menceritakan bahwa beliau memulai usaha ini...

Postingan populer dari blog ini