Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mancing

Kunci Tadabbur: Cara Membaca Al-Qur’an dengan Lebih Dalam dan Mengena

Gambar
  Banyak dari kita rajin membaca Al-Qur’an, tetapi kadang merasa “belum tersentuh” atau sulit menangkap pesan yang benar-benar mengubah diri. Buku kecil Keys to Tadabbur: How to Reflect Deeply on the Qur’an mengingatkan: Al-Qur’an diturunkan bukan hanya untuk dilafalkan, tetapi untuk direnungkan (tadabbur) agar menjadi pengingat dan penuntun hidup.  Tadabbur bukan kegiatan “khusus ustaz”. Justru, orang awam tetap bisa melakukan refleksi, muhasabah, dan “terbangun” hatinya melalui Al-Qur’an—dan kita tidak boleh tertipu bisikan yang membuat kita menjauh dari tadabbur.  Berikut rangkuman kunci-kunci tadabbur yang praktis, mudah diikuti, dan relevan untuk kehidupan sehari-hari. 1) Mulai dari “membersihkan wadah”: detoks hati Penulis menekankan bahwa “wadah” Al-Qur’an adalah hati. Jika hati dipenuhi dosa, kesombongan, atau dorongan hawa nafsu yang tak terkendali, pesan Al-Qur’an jadi sulit masuk dan “menetap”. Ibarat cermin berkarat: gambar yang dipantulkan tidak akan jelas. ...

Memancing Di Sawah

Gambar
Misran sedang memancing di sawah Misran adalah anak yang tinggal di Handil Selat Merata, Desa Sei Tatas, Kecamatan Pulau Petak. Dia sering memancing di sawah yang ada di dekat rumahnya. Dia memancing menggunakan bambu kecil panjang. Dia menggunakan anak katak sebagai umpannya. Caranya memancing adalah dengan menirukan gerakan katak yang melompat-lompat diatas air sehingga disangka oleh Ikan Haruan (ikan gabus) sebagai anak katak sungguhan. Ketika ikan tersebut menggigit umpan tersebut, maka tersangkutlah mulutnya pada kail yang ada disana.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas