Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mesir

The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Analisis janji Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menggunakan ChatGPT

Gambar
  Saat melakukan kudeta pada tanggal 3 Juli 2013, Abdel Fattah al-Sisi menyampaikan pidato sebagai berikut: Remembering 3 July 2013 roadmap that changed Egypt’s political future - EgyptToday Saya bertanya kepada ChatGPT dengan pertanyaan berikut: Berikut ini adalah janji-janji dari Sisi, presiden Mesir. Apakah semua yang disampaikannya sudah terwujud? Berikut jawaban ChatGPT: Mohamed Morsi yang berasal dari Gerakan Muslim Brotherhood, dilengserkan dari jabatan presiden Mesir oleh militer di bawah pimpinan Abdel Fattah el-Sisi pada 3 Juli 2013. Kemudian, el-Sisi menjadi presiden Mesir pada tahun 2014. Sebagian besar janji-janji yang disampaikan el-Sisi dalam pidato Anda telah diterapkan, tetapi keberhasilan dan efektivitas pelaksanaannya masih menjadi subjek perdebatan. Beberapa poin penting yang dapat diperhatikan adalah: Penundaan Sementara Konstitusi dan Pemilihan Presiden Dini: Sisi menangguhkan konstitusi dan memanggil pemilihan presiden dini. Dia sendiri menjadi kandid...

Buku Putih Tragedi Kemanusiaan Pasca Kudeta Militer Di Mesir

Gambar
Sampul Buku Putih Buku setebal 304 halaman ini diterbitkan oleh Komite Nasional untuk Kemanusiaan dan Demokrasi Mesir. Buku ini berisi pembahasan tentang kekerasan yang dilakukan oleh rezim militer Mesir sejak kudeta yang menggulingkan Presiden Mursi. Fokusnya adalah pada peristiwa kekerasan yang terjadi pada tanggal 8 Juli 2013 hingga 18 Agustus 2013.  Buku Putih ini mencantumkan fakta-fakta, keterangan-keterangan saksi mata dan korban dalam rangka memperkuat gugatan ke Peradilan Pidana Internasional. Diantara pembantaian yang dimuat adalah pembantaian di Garda Republik, di Monumen Sadat, Rab'ah, di Lapangan An-Nahdah, Ramsis, Penjara Abu Za'bal. Selain itu juga ada liputan tentang Pergerakan Pelajar dan Mahasiswa.  Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi: Komite Nasional untuk Kemanusiaan dan Demokrasi Mesir Jl. Jabir No. 11 Ragunan, Jakarta Selatan, Indonesia Telepon  +6221-70788349, Email: komnaskdm@gmail.com 

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas