Postingan

Menampilkan postingan dengan label Muhammad Nurani

The Salahuddin Generation (Ep. 11): Salahuddin’s Legacy — Warisan Terbesar Bukan Tahta, Bukan Kota, Bahkan Bukan Yerusalem

Gambar
Ia mengalahkan para raja. Ia membebaskan Yerusalem. Ia mematahkan Perang Salib Ketiga. Tetapi pada akhirnya—apa yang paling ia takutkan? Apa yang paling ia rindukan? Dan apa yang paling ia titipkan? Episode penutup ini menjawab dengan kalimat yang menohok: yang paling besar dalam pandangan Salahuddin bukanlah kota, bukan kejayaan, bahkan bukan Yerusalem sebagai “trofi” sejarah. Yang paling besar adalah Allah , dan segala yang selain-Nya hanyalah jalan. 1) Mars Terakhir Menuju Yerusalem: “Tidak Ada Lagi yang Datang Menolong” Setelah bertahun-tahun perang, pasukan Frank akhirnya mencoba mengambil “hadiah utama”: Yerusalem . Salahuddin tahu, ini bukan sekadar pertempuran biasa. Maka ia mengumpulkan tentara dan berkata tegas: kalian adalah tentara Islam hari ini, darah, harta, dan keluarga kaum Muslim bergantung pada kalian, tidak ada Muslim lain yang akan datang menolong, ini amanah yang Allah letakkan di pundak kalian. Pidato ini bukan untuk membakar emosi semata, t...

Istighfar melancarkan rezeki - Ustadz Muhammad Nurani

Gambar
Pada hari Jum'at, 17 November 2017 bertempat di aula RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, Kalteng dilaksanakan kegiatan siraman rohani bagi umat Islam. Siraman rohani ini disampaikan oleh Ustadz Muhammad Nurani. Beliau menyampaikan masalah keutamaan istighfar yang dapat melapangkan rezeki dan mempermudah urusan. Beliau juga mengajak para hadirin untuk membiasakan bersedekah setiap hari sehingga mendapatkan do'a malaikat. 

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas