Postingan

Menampilkan postingan dengan label PISPK

Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Ringkasan Kegiatan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK)

Oleh: Yuniastin

Survei Mawas Diri (SMD) dan PIS-PK oleh Yuniastin

Tulisan diatas dikirimkan oleh Yuniastin

Pendataan PISPK oleh Puskesmas Selat

Gambar
Pada hari Kamis, 9 Agustus 2018 admin menerima staf Puskesmas Selat yang melakukan pendataan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISPK). Mereka meminta data yang ada di kartu keluarga. Mereka menanyakan masalah yang terkait dengan batuk lebih dari dua minggu, alat kontrasepsi yang digunakan, dan lain-lain. Menurut adik-adik pengumpul data ini, mereka dikerahkan oleh Puskesmas Selat dengan target 10 keluarga per orang. Pengumpulan data ini berlangsung selama bulan Agustus 2018. Semoga pendataan PISPK ini bisa memberikan "database" yang baik untuk kesehatan di Indonesia.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)