Postingan

Menampilkan postingan dengan label Prepex

Milad ke-113 Muhammadiyah di Mandomai: Merajut Silaturahmi dan Semangat Membangun Kapuas

Gambar
  Pada hari Sabtu, 29 November 2025, halaman Masjid Syuhada di Kelurahan Mandomai, Kecamatan Kapuas Barat, tampak lebih ramai dari biasanya. Ratusan warga berkumpul untuk menghadiri Peringatan Milad Muhammadiyah ke-113 yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang (PC) Muhammadiyah Mandomai. Suasana penuh kekeluargaan terasa sejak awal acara, dengan masyarakat, tokoh agama, dan pejabat daerah hadir bersama untuk menyemarakkan peringatan hari bersejarah bagi organisasi Islam besar di Indonesia ini. Seni dan Budaya Mengawali Acara Sambil menunggu kedatangan rombongan Bupati Kapuas, panitia mengisi waktu dengan penampilan seni dari warga setempat. Acara diawali dengan tarian-tarian tradisional diantaranya Tari Napokong Anak yang memeriahkan suasana.  Setelah itu, para pendekar muda menampilkan kebolehan mereka dalam seni bela diri melalui Pencak Silat Tapak Suci Putih. Tepuk tangan meriah mengiringi setiap gerakan, menandakan kebanggaan masyarakat terhadap potensi generasi muda ...

Promosi Sunat dengan PrePex Untuk Mencegah HIV/AIDS

Gambar
Dalam Prepex Newsletter #14  bulan Juni 2016 ada berita tentang penelitian yang dilakukan oleh PrePex di Papua. Penelitian tersebut dilaksanakan di empat tempat berbeda di Papua, dengan lebih dari 400 orang yang disunat menggunakan PrePex . Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua mempersiapkan program sunatan secara sukarela menggunakan PrePex. Prosedurnya sangat sederhana, dapat dilakukan oleh perawat.

Sunatan "Salesman"

Gambar
Prepex adalah metode sunat bagi laki-laki dewasa tanpa anestesi suntik, tanpa pembedahan, tanpa jahitan dan tanpa tempat yang steril. Prosedur ini dilakukan oleh petugas kesehatan yang memiliki kualifikasi dan terlatih. Prosedur ini tidak boleh digunakan sendiri. Salah seorang relawan di Afrika Selatan mengkampanyekan sunatan dengan cara ini kepada para laki-laki yang ditemuinya di Johannesburg. Dia menjelaskan kepada mereka bagaimana cara kerja dari metode ini dan mengajak mereka untuk mendatangi klinik yang memberikan pelayanan ini secara gratis. Setelah satu minggu mereka diminta kembali datang untuk melepaskan alat yang dipasang tersebut. Metode kampanye sunatan seperti ini perlu dikampanyekan kepada mereka yang tidak disunat, sehingga angka penularan AIDS dapat dikurangi.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas