Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Sunatan "Salesman"

Prepex adalah metode sunat bagi laki-laki dewasa tanpa anestesi suntik, tanpa pembedahan, tanpa jahitan dan tanpa tempat yang steril. Prosedur ini dilakukan oleh petugas kesehatan yang memiliki kualifikasi dan terlatih. Prosedur ini tidak boleh digunakan sendiri.

Salah seorang relawan di Afrika Selatan mengkampanyekan sunatan dengan cara ini kepada para laki-laki yang ditemuinya di Johannesburg. Dia menjelaskan kepada mereka bagaimana cara kerja dari metode ini dan mengajak mereka untuk mendatangi klinik yang memberikan pelayanan ini secara gratis. Setelah satu minggu mereka diminta kembali datang untuk melepaskan alat yang dipasang tersebut.

Metode kampanye sunatan seperti ini perlu dikampanyekan kepada mereka yang tidak disunat, sehingga angka penularan AIDS dapat dikurangi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas