Ketika Seorang Perempuan Yahudi Berdiri Membela Palestina

Gambar
Di tengah perdebatan yang semakin panas mengenai Palestina, ada satu kesaksian yang menarik perhatian dunia. Bukan karena disampaikan dengan suara lantang atau penuh kemarahan, melainkan karena ketenangan, kejernihan berpikir, dan keberanian moral yang ditunjukkan oleh seorang perempuan muda Yahudi bernama Yasmine Johnson . Saya menyaksikan kesaksiannya dalam sidang Royal Commission into Anti-Semitism and Social Cohesion di Australia. Selama hampir satu jam, ia menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang tajam mengenai pandangannya tentang Palestina, Zionisme, kebebasan berpendapat, hingga tuduhan antisemitisme. Namun yang membuat saya benar-benar kagum bukanlah semata-mata isi argumennya, melainkan cara ia menyampaikannya. Tidak terlihat emosi yang meledak-ledak. Tidak ada nada marah. Tidak pula usaha menyerang lawan bicara secara pribadi. Sebaliknya, ia menjawab hampir setiap pertanyaan dengan tenang, sistematis, dan konsisten. Seorang Yahudi yang Memisahkan Agama dan Negara Yasmine Johns...

Sunatan "Salesman"

Prepex adalah metode sunat bagi laki-laki dewasa tanpa anestesi suntik, tanpa pembedahan, tanpa jahitan dan tanpa tempat yang steril. Prosedur ini dilakukan oleh petugas kesehatan yang memiliki kualifikasi dan terlatih. Prosedur ini tidak boleh digunakan sendiri.

Salah seorang relawan di Afrika Selatan mengkampanyekan sunatan dengan cara ini kepada para laki-laki yang ditemuinya di Johannesburg. Dia menjelaskan kepada mereka bagaimana cara kerja dari metode ini dan mengajak mereka untuk mendatangi klinik yang memberikan pelayanan ini secara gratis. Setelah satu minggu mereka diminta kembali datang untuk melepaskan alat yang dipasang tersebut.

Metode kampanye sunatan seperti ini perlu dikampanyekan kepada mereka yang tidak disunat, sehingga angka penularan AIDS dapat dikurangi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)