Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Sejuta Harapan - Puisi

Gambar
Karya Hj. Masitah, S.Pd (Toto Sudarto Bachtiar) Berhembus angin sejuta makna Pada ilalang terhampar hijau Di bawah langit mega biru melangkah Pesona jiwa merayu Tetes peluh basahi sekujur ragamu Terkoyak harapan Tuk buah hati pelipur lara Tancapkan lencana pada dada Sejuta lilin kutebar.... tuk terangi kegelapan Lembar demi lemebar kubuka torehan ilmu Pancaran cahaya berkilau terangi dunia Muaraku menjelma bagaikan aliran Sungai Kahayan Menjadikanku pilar generasi penerus Tak ingin kutebang sia-sia Harapan anak bangsa Dibalik belukar rawa-rawa Kau kayuh dayung Melewati derasnya sungai... berwarna coklat Bersama terbakar matahari Keringat mengucur Tubuh tegap kurus berbalut tulang Menembus angan .... bersama sejuta harapan Kereta Mati (Toto Sudarto Bachtiar) Seorang pengendara kereta Beroda tiga, manis Mengayuh hingga pelabuhan penghabisan Mendaki dan menurun Sejuta Harapan (Hj. Masitah, S.Pd) Merah ... Putih ... Biru ... Kumal, kusam, lusuh...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)