BAPENA PPNI & DPD PPNI KABUPATEN KAPUAS GERAK CEPAT: BAGIKAN MASKER DAN EDUKASI MASYARAKAT TANGGULANGI DAMPAK ASAP KARHUTLA

Gambar
    KUALA KAPUAS – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Kapuas turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan kegiatan pembagian masker serta penyuluhan kesehatan pencegahan gangguan pernapasan, Sabtu, 19 September 2026.   Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang mencatat kualitas udara paling buruk, antara lain Kecamatan Selat, Sei Tatas, Melati, serta kawasan pemukiman padat lainnya. Ratusan masker telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga warga di lingkungan pemukiman.   Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Kapuas, Muhammad Hipni, S.Kep., Ners., MH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat organisasi atas kondisi darurat lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.   “Karhutla bukan sekadar ...

Sejuta Harapan - Puisi



Karya Hj. Masitah, S.Pd
(Toto Sudarto Bachtiar)

Berhembus angin sejuta makna
Pada ilalang terhampar hijau
Di bawah langit mega biru melangkah
Pesona jiwa merayu

Tetes peluh basahi sekujur ragamu
Terkoyak harapan
Tuk buah hati pelipur lara
Tancapkan lencana pada dada

Sejuta lilin kutebar.... tuk terangi kegelapan
Lembar demi lemebar kubuka torehan ilmu
Pancaran cahaya berkilau terangi dunia

Muaraku menjelma bagaikan aliran Sungai Kahayan
Menjadikanku pilar generasi penerus
Tak ingin kutebang sia-sia
Harapan anak bangsa

Dibalik belukar rawa-rawa
Kau kayuh dayung
Melewati derasnya sungai... berwarna coklat
Bersama terbakar matahari

Keringat mengucur
Tubuh tegap kurus berbalut tulang
Menembus angan .... bersama sejuta harapan

Kereta Mati (Toto Sudarto Bachtiar)

Seorang pengendara kereta
Beroda tiga, manis
Mengayuh hingga pelabuhan penghabisan
Mendaki dan menurun

Sejuta Harapan (Hj. Masitah, S.Pd)

Merah ...
Putih ...
Biru ...
Kumal, kusam, lusuh
Namun jiwa dan air rautmu
Tak tergambar rasa putus asa

Semilir derasnya aliran Sungai Kahayan
Tubuh perahu tua, sebagai pengantar ... jiwamu
Bersama seragam kebangsaan
Tuk toreh mimpi-mimpi indah ...

Ketika merapat ...
Bergegas kau ikat kuat ... pada Pohon Pantan
Tak terlepas ...
Berlari ..... berlari

Teng... teng... teng...
Lonceng berbunyi ...
Suara ... deru ilmu menuntut
Jadilah anak bangsa yang tangguh

Kereta Mati (Toto Sudarto Bachtiar)


Seorang pengendara kereta
Beroda tiga, manis
Mengayuh mendaki pelabuhan penghabisan
Bertebing curam, menunggu dan menganga

O, semua jauh manis
Tiada karangan bunga tersilang
Tiada keputihan enggan hampir
Manusia menangis di tepi pelabuhan penghabisan

Sejuta Harapan (Hj. Masitah, S.Pd)

Bergelora .....
Bersorak ... hore .... hore .... hore .... !!
Ibu guru datang ... Ibu guru datang ..... Ibu guru datang ...
Hore .... hore .... hore ....

Prok .... prok ..... prok ....
Lompatan air .... lumpur .....
Kaki-kaki yang kokoh
Berlarian mengejar masa depan ..
Tak peduli ...
Kan kuraih cita-cita ...

(02 Mei 2012)


* Puisi ini dibacakan oleh siswi Kelas VIIIA pada saat Pelepasan dan Pengukuhan Siswa Kelas IX SMPN 1 Selat Kuala Kapuas Tahun Ajaran 2011/2012 pada hari Sabtu, 23 Juni 2012 di halaman sekolah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)