Sinergi Besar Muhammadiyah Kapuas: AMM, LazisMu, dan MDMC Tebar Paket Takjil

Gambar
  ​ KUALA KAPUAS  – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Kapuas di bawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) menggelar aksi tebar takjil kolaboratif yang melibatkan seluruh unsur organisasi. Selain Organisasi Otonom (Ortom) seperti Pemuda Muhammadiyah, NA, IMM, dan IPM, kegiatan ini juga didukung penuh oleh  LazisMu  sebagai lembaga amil zakat dan  MDMC  (Muhammadiyah Disaster Management Center) yang terjun langsung dalam pengamanan serta teknis di lapangan. ​Ratusan paket takjil dibagikan kepada para pengendara, pengemudi mobil, hingga pejalan kaki yang melintas di titik strategis pusat kota menjelang waktu berbuka. Sinergi antara LazisMu yang menghimpun donasi serta MDMC yang mengawal kelancaran aksi membuat distribusi bantuan berjalan sangat tertib dan menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama bagi mereka yang masih dalam perjalanan. ​Aksi kolaboratif ini merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai Al-Ma'un, yaitu semanga...

Sejuta Harapan - Puisi



Karya Hj. Masitah, S.Pd
(Toto Sudarto Bachtiar)

Berhembus angin sejuta makna
Pada ilalang terhampar hijau
Di bawah langit mega biru melangkah
Pesona jiwa merayu

Tetes peluh basahi sekujur ragamu
Terkoyak harapan
Tuk buah hati pelipur lara
Tancapkan lencana pada dada

Sejuta lilin kutebar.... tuk terangi kegelapan
Lembar demi lemebar kubuka torehan ilmu
Pancaran cahaya berkilau terangi dunia

Muaraku menjelma bagaikan aliran Sungai Kahayan
Menjadikanku pilar generasi penerus
Tak ingin kutebang sia-sia
Harapan anak bangsa

Dibalik belukar rawa-rawa
Kau kayuh dayung
Melewati derasnya sungai... berwarna coklat
Bersama terbakar matahari

Keringat mengucur
Tubuh tegap kurus berbalut tulang
Menembus angan .... bersama sejuta harapan

Kereta Mati (Toto Sudarto Bachtiar)

Seorang pengendara kereta
Beroda tiga, manis
Mengayuh hingga pelabuhan penghabisan
Mendaki dan menurun

Sejuta Harapan (Hj. Masitah, S.Pd)

Merah ...
Putih ...
Biru ...
Kumal, kusam, lusuh
Namun jiwa dan air rautmu
Tak tergambar rasa putus asa

Semilir derasnya aliran Sungai Kahayan
Tubuh perahu tua, sebagai pengantar ... jiwamu
Bersama seragam kebangsaan
Tuk toreh mimpi-mimpi indah ...

Ketika merapat ...
Bergegas kau ikat kuat ... pada Pohon Pantan
Tak terlepas ...
Berlari ..... berlari

Teng... teng... teng...
Lonceng berbunyi ...
Suara ... deru ilmu menuntut
Jadilah anak bangsa yang tangguh

Kereta Mati (Toto Sudarto Bachtiar)


Seorang pengendara kereta
Beroda tiga, manis
Mengayuh mendaki pelabuhan penghabisan
Bertebing curam, menunggu dan menganga

O, semua jauh manis
Tiada karangan bunga tersilang
Tiada keputihan enggan hampir
Manusia menangis di tepi pelabuhan penghabisan

Sejuta Harapan (Hj. Masitah, S.Pd)

Bergelora .....
Bersorak ... hore .... hore .... hore .... !!
Ibu guru datang ... Ibu guru datang ..... Ibu guru datang ...
Hore .... hore .... hore ....

Prok .... prok ..... prok ....
Lompatan air .... lumpur .....
Kaki-kaki yang kokoh
Berlarian mengejar masa depan ..
Tak peduli ...
Kan kuraih cita-cita ...

(02 Mei 2012)


* Puisi ini dibacakan oleh siswi Kelas VIIIA pada saat Pelepasan dan Pengukuhan Siswa Kelas IX SMPN 1 Selat Kuala Kapuas Tahun Ajaran 2011/2012 pada hari Sabtu, 23 Juni 2012 di halaman sekolah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas