Postingan

Menampilkan postingan dengan label RJP

Panduan Lengkap Operasi Katarak: Sebelum, Selama, dan Sesudahnya

Gambar
  Di masa kuno, orang Mesir kuno menggunakan teknik bedah yang dikenal sebagai "couching," di mana jarum tajam digunakan untuk menggeser lensa yang keruh keluar dari bidang pandang dan masuk ke dalam rongga vitreus di bagian belakang mata. Kemudian, orang Romawi menggunakan metode yang disebut "needling" untuk memotong katarak menjadi potongan-potongan kecil yang cukup kecil untuk diserap kembali. Meskipun kedua prosedur tersebut dapat meningkatkan penglihatan, mereka tidak dapat menyediakan penglihatan yang sepenuhnya jernih karena tidak menggantikan lensa. Terobosan tersebut tidak datang sampai tahun 1940-an, ketika ahli oftalmologi Inggris, Harold Ridley, menemukan lensa intraokular. Berbeda dengan operasi di zaman kuno, operasi katarak saat ini menggunakan sayatan kecil dan sedotan untuk mengeluarkan lensa yang keruh, dan kemudian menggantinya dengan lensa plastik buatan. Ekstraksi lensa dilakukan menggunakan salah satu dari dua prosedur: phacoemulsification ata

Kepala Instalasi, Kepala Ruang Rawat Inap dan Staf Ikuti Pelatihan Bantuan Hidup Dasar

Gambar
Praktek resusitasi jantung paru Pada hari Rabu, 9 Oktober 2014 bertempat di Gazebo RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo diselenggarakan pelatihan Bantuan Hidup Dasar bagi petugas rumah sakit. Kegiatan ini merupakan pelatihan hari ke-10 bagi petugas rumah sakit. Narasumber kegiatan ini adalah para pelatih Pertolongan Pertama (First Aid) dari PMI Kabupaten Kapuas. Pelatihan hari ini cukup istimewa karena dihadiri oleh tiga orang kepala instalasi penunjang medis yaitu Bapak Edel Sitorus (Farmasi), Bapak Basuki (Radiologi) dan Ibu Wiwik Suharti (Gizi) serta para kepala ruangan yang sudah senior. Setelah mendapatkan teori tentang resusitasi jantung paru, (RJP) para peserta diminta untuk melakukan latihan melakukan praktek RJP pada manikin yang sudah disediakan.

RSUD Latih Tenaga "Cleaning Service", Satpam, Tukang Kebun dan Admin Ruangan Untuk Melakukan Resusitasi Jantung Paru

Gambar
Staf rumah sakit sedang praktek melakukan resusitasi jantung paru (Courtesy of PMI Kabupaten Kapuas) Mulai hari Selasa, 23 September 2014 sampai beberapa minggu ke depan, seluruh staf rumah sakit akan dilatih untuk melakukan bantuan hidup dasar atau resusitasi jantung paru (RJP). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan para staf dalam melakukan pertolongan pertama pada orang yang tiba-tiba pingsan dan mengalami henti jantung. Pelatihan ini dikoordinir oleh unit Diklat dan Tim Akreditasi rumah sakit. Pelatih untuk pelatihan ini berasal dari petugas Palang Merah Indonesia (PMI) yang pernah menjalani Pelatihan Pertolongan Pertama selama 70 jam. Pelatihan ini dilakukan di gazebo rumah sakit. 

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan