Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sari Tebu Alami

Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Warga Dadahup G4 Berjualan Sari Tebu Alami

Gambar
Andi bersama Sari Tebu Alami Pada hari Minggu, 10 Februari 2013, ketika sedang menunggu taksi menuju ke Kuala Kapuas, admin melihat ada orang yang berjualan Sari Tebu Alami. Setelah berbincang sebentar diketahui bahwa penjualnya berasal dari Dadahup G4, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas. Nama penjualnya adalah Andi. Beliau sudah berjualan Sari Tebu Alami ini sejak satu bulan yang lalu. Seluruh alat untuk berjualan ini berasal dari Franchise GIANT. Untuk membeli alat pemeras tebu harganya 1,3 juta rupiah. Tebunya pun didatangkan dari Jawa mengingat rasa tebu yang berasal dari Kalteng agak berbeda. Andi membuka dagangannya mulai jam 08.00 sampai 17.30 WIB di RTA Milono, Palangka Raya.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)