Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sungai Muroi

Ketua TP-PKK dan Kader Posyandu Desa Saka Lagun Akan Turunkan Stunting

Gambar
  Sei Tatas, 21 Mei 2024 Ketua Tim Penggerak-PKK dan Kader Posyandu Saka Lagun mengikuti Pelatihan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal yang diselenggarakan oleh UPT. Puskesmas Sei Tatas. Tujuan dari kegiatan ini adalah  untuk meningkatkan status gizi balita dan ibu hamil dengan kurang energi kronis  (KEK). Diharapkan dengan adanya kegiatan ini kader-kader posyandu mampu membuat PMT berbahan bahan lokal yang tersedia di sekitar desa. Program Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Lokal (PMT Lokal) digagas oleh Kementerian Kesehatan melalui anggaran Dana Alokasi Khusus Non Fisik Bidang Kesehatan. Program ini merupakan upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting. Gambar dan tulisan dikirim oleh Bapak M. Hipni

Lanting Sedot di Sungai Muroi

Gambar
Lanting sedot di Sungai Muroi Pada masa lalu, Sungai Muroi dikenal sebagai salah satu pusat penambangan emas di Kecamatan Mantangai. Namun seiring dengan waktu, kandungan emas di daerah ini makin menipis sehingga para penambang banyak yang pindah ke tempat yang lain. Lanting sedot di Sungai Muroi Saat ini masyarakat di Desa Pantar Kabali, Kecamatan Mantangai masih melakukan penambangan terhadap puya. Namun karena harganya sekarang sedang jatuh (Rp 3.000 / kilogram), masyarakat hanya menumpuk saja puya tersebut menunggu harganya kembali stabil. Lanting sedot di Sungai Muroi Di sepanjang Sungai Muroi banyak kita temukan lanting sedot yang digunakan untuk menambang emas dan juga untuk menambang puya. Penyedotan sungai ini mengakibatkan banyak sekali penumpukan pasir yang tidak merata di sungai. Penembakan tanah di daratan juga merubah ekosistem di sekitar sungai. Lanting sedot di Sungai Muroi Dampak nyata dari penyedotan ini adalah keruhnya air di Sungai Muroi. Selain

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan