The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Lanting Sedot di Sungai Muroi

Lanting sedot di Sungai Muroi
Pada masa lalu, Sungai Muroi dikenal sebagai salah satu pusat penambangan emas di Kecamatan Mantangai. Namun seiring dengan waktu, kandungan emas di daerah ini makin menipis sehingga para penambang banyak yang pindah ke tempat yang lain.
Lanting sedot di Sungai Muroi
Saat ini masyarakat di Desa Pantar Kabali, Kecamatan Mantangai masih melakukan penambangan terhadap puya. Namun karena harganya sekarang sedang jatuh (Rp 3.000 / kilogram), masyarakat hanya menumpuk saja puya tersebut menunggu harganya kembali stabil.
Lanting sedot di Sungai Muroi
Di sepanjang Sungai Muroi banyak kita temukan lanting sedot yang digunakan untuk menambang emas dan juga untuk menambang puya. Penyedotan sungai ini mengakibatkan banyak sekali penumpukan pasir yang tidak merata di sungai. Penembakan tanah di daratan juga merubah ekosistem di sekitar sungai.
Lanting sedot di Sungai Muroi
Dampak nyata dari penyedotan ini adalah keruhnya air di Sungai Muroi. Selain itu penambangan emas juga membuat air tercemar dengan banyaknya kandungan merkuri dalam air sungai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas