Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tadabbur

Ketika Seorang Perempuan Yahudi Berdiri Membela Palestina

Gambar
Di tengah perdebatan yang semakin panas mengenai Palestina, ada satu kesaksian yang menarik perhatian dunia. Bukan karena disampaikan dengan suara lantang atau penuh kemarahan, melainkan karena ketenangan, kejernihan berpikir, dan keberanian moral yang ditunjukkan oleh seorang perempuan muda Yahudi bernama Yasmine Johnson . Saya menyaksikan kesaksiannya dalam sidang Royal Commission into Anti-Semitism and Social Cohesion di Australia. Selama hampir satu jam, ia menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang tajam mengenai pandangannya tentang Palestina, Zionisme, kebebasan berpendapat, hingga tuduhan antisemitisme. Namun yang membuat saya benar-benar kagum bukanlah semata-mata isi argumennya, melainkan cara ia menyampaikannya. Tidak terlihat emosi yang meledak-ledak. Tidak ada nada marah. Tidak pula usaha menyerang lawan bicara secara pribadi. Sebaliknya, ia menjawab hampir setiap pertanyaan dengan tenang, sistematis, dan konsisten. Seorang Yahudi yang Memisahkan Agama dan Negara Yasmine Johns...

Kunci Tadabbur: Cara Membaca Al-Qur’an dengan Lebih Dalam dan Mengena

Gambar
  Banyak dari kita rajin membaca Al-Qur’an, tetapi kadang merasa “belum tersentuh” atau sulit menangkap pesan yang benar-benar mengubah diri. Buku kecil Keys to Tadabbur: How to Reflect Deeply on the Qur’an mengingatkan: Al-Qur’an diturunkan bukan hanya untuk dilafalkan, tetapi untuk direnungkan (tadabbur) agar menjadi pengingat dan penuntun hidup.  Tadabbur bukan kegiatan “khusus ustaz”. Justru, orang awam tetap bisa melakukan refleksi, muhasabah, dan “terbangun” hatinya melalui Al-Qur’an—dan kita tidak boleh tertipu bisikan yang membuat kita menjauh dari tadabbur.  Berikut rangkuman kunci-kunci tadabbur yang praktis, mudah diikuti, dan relevan untuk kehidupan sehari-hari. 1) Mulai dari “membersihkan wadah”: detoks hati Penulis menekankan bahwa “wadah” Al-Qur’an adalah hati. Jika hati dipenuhi dosa, kesombongan, atau dorongan hawa nafsu yang tak terkendali, pesan Al-Qur’an jadi sulit masuk dan “menetap”. Ibarat cermin berkarat: gambar yang dipantulkan tidak akan jelas. ...

Memahami Al-Qur’an lewat Nama-Nama Allah: Kunci Membaca dengan Hati yang Tenang

Gambar
  Sebagian dari kita pernah mengalami ini: membaca terjemahan Al-Qur’an, lalu merasa “kok ayat ini keras ya?” atau bingung ketika menemukan kisah kehancuran kaum terdahulu, peringatan neraka, atau larangan yang terasa berat. Akibatnya, ada yang jadi menjaga jarak dari Al-Qur’an—padahal kita yakin kitab ini adalah petunjuk dan rahmat. Sebuah tulisan dari Yaqeen Institute menjelaskan satu kunci penting agar pengalaman membaca Al-Qur’an menjadi lebih “nyambung”: kenali dulu siapa Allah yang “berbicara” dalam Al-Qur’an, terutama lewat nama-nama dan sifat-sifat-Nya . Saat “gambar Allah” di hati kita benar—bahwa Dia Mahapengasih, Mahaadil, Mahabijaksana, dan Maha menjaga—cara kita memahami ayat-ayat Al-Qur’an pun berubah.  Mengapa cara pandang kita menentukan “rasa” saat membaca? Penulis memberi analogi sederhana: bayangkan Anda tersesat dan menerima surat petunjuk. Jika Anda percaya pengirim surat itu sangat peduli, sangat cerdas, dan memahami keadaan Anda, Anda akan membaca surat ...

Tadabbur Surat Al-Fath (2)

( 1 )    Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, Dalam Surat Al Ahzab, Allah mengatakan kepada orang Islam: Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. (Q.S. Al Ahzab, 33: 27) Sejak perjanjian Hudaibiyah, hubungan antara orang-orang Yahudi dan orang-orang Quraisy terputus. Sebelumnya mereka memiliki perjanjian, bila "sekutu" menyerang Madinah, maka orang-orang Yahudi akan membantu mereka. Setelah kekalahan mereka di Perang Ahzab, sebagian orang-orang Yahudi pergi ke Khaibar. Rasulullah tidak belum bisa mengerahkan pasukannya ke Khaibar setelah Perang Ahzab. Tapi dengan adanya perjanjian Hudaibiyah ini, beliau bisa memfokuskan perhatiannya pada Khaibar. Rasulullah melihat dalam mimpi bahwa mereka melaksanakan ibadah haji. Ketika akhirnya mereka tidak jadi menunaikan ibadah haji, Rasulullah mengatakan pada para sahabat bahwa beliau tidak mengetahui ba...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)