Postingan

Menampilkan postingan dengan label Talekung Punai

Psikologi Kekayaan: Bagaimana Islam Mengajarkan Kita Mengelola Uang

Gambar
  Apakah banyaknya harta otomatis membuat kita bahagia dan mulia di sisi Allah? Atau justru bisa menjadi ujian yang menjerumuskan? Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad ﷺ mengingatkan bahwa setiap umat memiliki ujian, dan ujian bagi umat beliau adalah kekayaan . Pesan ini terasa sangat dekat dengan kondisi kita hari ini: hidup di tengah arus kapitalisme, iklan yang tak putus, dan budaya “harus punya lebih”. Tulisan ini merangkum gagasan penting dari karya Dr. Osman Umarji “Psychology of Wealth: An Islamic Perspective on Personal Finance” tentang bagaimana Islam membentuk cara pandang seorang Muslim terhadap harta dan keuangan pribadi. 1. Cara Pandang Ekonomi Modern vs Cara Pandang Islam Ekonomi modern (khususnya aliran neoklasik) memandang manusia sebagai makhluk yang selalu mengejar kepuasan maksimal . Tolok ukurnya sederhana: semakin banyak, semakin enak, semakin nyaman, semakin baik. Beberapa ciri cara pandang ini: Tujuan utama: mengejar kesenangan duniawi (pleasure). M...

Hiburan walimah di tepian Sungai Mengkatip - Talekung Punai

Gambar
Bagi pasangan suami istri yang ingin memberikan nuansa Islami dalam pesta pernikahannya saat ini memiliki banyak pilihan. Mereka bisa menyetel lagu-lagu populer yang bernuansa religius. Bisa juga mengundang kelompok Habsyi untuk membawakan shalawat Nabi. Nah hal seperti inilah yang dilakukan oleh pasangan suami istri di Desa Talekung Punai, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas yang menyelenggarakan pesta pernikahan mereka pada hari Ahad, 24 Juni 2018, kemarin. Mereka mengundang kelompok rebana yang membawakan berbagai lagu yang bernuansa religi.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas